Tetap Produktif di Masa Pandemi, Musisi Wajib Melek Teknologi

TANGKAPAN layar talkshow yang diisi Pramusti Bali di Denfest ke-13 tahun 2020 secara virtual pada Minggu (13/12/2020) malam. Foto: ist
TANGKAPAN layar talkshow yang diisi Pramusti Bali di Denfest ke-13 tahun 2020 secara virtual pada Minggu (13/12/2020) malam. Foto: ist

DENPASAR – Gelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-13 di channel kreativi.idkembali menghadirkan sajian pentas seni. Pada Minggu (13/12/2020) malam, acara ini diisi oleh Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Insan Seni (Pramusti) Bali. Selain membawakan hiburan lagu-lagu, dilaksanakan pula talkshow dengan berbagi kiat bagi musisi untuk tetap produktif di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Hadir sebagai narasumber Ketua Pramusti Bali, IGN Rahman Murthana, dan pengamat musik Made Adnyana. Adapun para penyanyi dan musisi yang tampil menghibur penonton yakni Dewi Pradewi, Anggi, Tri Puspa, Agung Wirasuta, Inda Prameswari, D’GO Vaspa, Saraff Four United, Vitix Coustic, dan Dewa Sujana.

Read More

Dalam kesempatan tersebut, Rahman Murthana menjelaskan, pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini memang memberikan dampak serius bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat. Sebagai insan yang bergantung pada sektor pariwisata, musisi sangat merasakan dampak pandemi saat ini.

“Dulunya bisa aktif bernyanyi dan mengisi acara konser dan lain sebagainya. Tetapi saat ini karena dilarang berkerumun, maka sangat sulit menggelar konser dan hiburan yang dampaknya sangat dirasakan oleh musisi dan seniman saat ini,” katanya.

Namun demikian, lanjut Rahman, seniman dan musisi hendaknya terus berusaha dan survive (bertahan) dengan situasi saat ini. Derasnya arus modernisasi yang diiringi dengan perkembangan digitalisasi harus ditangkap dengan baik oleh para musisi dan seniman. “Seniman dan musisi hendaknya jangan gaptek, harus melek teknologi, inilah yang kiranya menjadi solusi untuk tetap produktif di masa pandemi saat ini,” ujarnya.

Rahman menjelaskan, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, seniman dan khususnya musisi dapat menghadirkan channel atau kanal di youtube. Seperti halnya pelaksanaan Denfest kali ini yang digelar secara virtual. Sehingga seniman dan musisi dapat terus berkarya dan mengundang pengunjung atau penonton secara virtual.

“Saya kira sudah banyak yang menerapkan konser-konser virtual, dan ini menjadi sebuah wahana baru bagi seniman untuk berkreativitas, dan ini harus dimaksimalkan di masa pandemi saat ini,” jelas Rahman.

Dia juga mengatakan, Pemkot Denpasar telah memberikan ruang eksplorasi di Denfest ke-13. Tentunya hal ini harus dilanjutkan dengan event-event baru ke depannya. Sehingga industri musik dan seni di Bali dapat tumbuh meski dalam keterbatasan. “Jadi, kita harus terus semangat dan berkreativitas. Saat situasi saat ini kita harus melek teknologi dan memanfaatkannya sebagai peluang baru,” pungkasnya. rap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.