Banjir Rob di Bali Diprakirakan Hingga Kamis

  • Whatsapp
KONDISI tempat penambatan perahu Kelompok Nelayan Mekar Sari Mumbul yang diterjang banjir rob. Foto: dok
KONDISI tempat penambatan perahu Kelompok Nelayan Mekar Sari Mumbul yang diterjang banjir rob. Foto: dok

MANGUPURA – Prakirawati BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti, menerangkan, potensi banjir rob diperkirakan masih dapat berlangsung hingga Kamis (9/12/2021). Penyebanya, kondisi gelombang di perairan selatan Bali masih tinggi, ditambah faktor fase bulan baru, serta masih adanya pengaruh jarak terdekat bulan ke bumi atau biasa disebut perigee.

Untuk itu masyarakat yang beraktivitas di laut dan pantai diminta agar tetap waspada, karena tinggi gelombang dapat mencapai 2 meter lebih untuk Perairan Selat Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, Samudra Hindia selatan Bali, serta laut Bali yang bisa mencapai 2 meter lebih.

Bacaan Lainnya

Dari data permodelan, terbukti tinggi gelombang di perairan selatan Bali mencapai 3 meter untuk Minggu (5/12/2021) dan Senin (6/12/2021). Dimana banjir rob masih sangat memungkinkan terjadi, karena gelombang dan pasang surut masih tinggi. Sedangkan untuk Selasa (7/12/2021) hingga Kamis (9/12/2021) tinggi gelombang mulai berangsur berkurang menjadi 2,5—2 meter.

Potensi banjir rob juga masih bisa terjadi, namun relatif kecil. ‘’Dari data pasang surut TNI AL, tinggi pasang maksimum lebih dominan terjadi pada malam hari. Prediksinya sekitar jam 10—11 malam. Untuk penyebabnya, itu bisa dikoordinasikan kepada TNI AL, karena mereka yang lebih tahu. Untuk BMKG lebih kepada tinggi gelombang,’’ jelas Arisanti, Selasa (7/12/2021).

Baca juga :  Terkait Rumor Perpanjangan PPKM Darurat, Luhut: Diumumkan 2-3 Hari ke Depan

Dua hari ke depan, secara umum wilayah Bali masih berpotensi dilanda hujan ringan hingga sedang. Untuk potensi hujan yang disertai angin kencang berdurasi dan kilat petir, dapat terjadi di wilayah Bali barat, tengah dan utara. Namun potensi hujan lebat masih berpotensi ada, karena Bali sudah memasuki musim hujan. Curah hujan cukup merata di wilayah Bali dengan waktu yang bervariasi. 

Berdasarkan informasi yang dirilis Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III, fase bulan baru yang bersamaan dengan perigee berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang lebih signifikan. Dari pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Bali pada tanggal 2 – 9 Desember 2021. Di antaranya, Nusa Dua, Kuta, Kedonganan Benoa, Sanur, Gianyar, Padang Bai, Jembrana. Potensi banjir rob diprediksi berlangsung dengan waktu yang berbeda di tiap wilayah. 

Kondisi tersebut secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG Wilayah III Denpasar. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.