Bali Tambah 9 Pasien Covid-19 Meninggal, Kasus Positif Melonjak 150 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, Selasa (4/5/2021) mencatat lonjakan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 150 orang (126 orang melalui Transmisi Lokal dan 24 PPDN) yang tersebar di sembilan kabupaten/kota (seluruh) Bali.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Selasa (3/5/2021), Kota Denpasar kembali menjadi penyumbang harian terbanyak kasus positif sebanyak 31 orang, disusul Buleleng 24 orang dan Badung 21 orang (tiga besar).

Bacaan Lainnya

Lonjakan kasus meninggal juga masih terus terjadi, dimana di hari yang sama tercatat 9 pasien tutup usia. Rinciannya, Denpasar dan Buleleng masing-masing 3 orang. Kemudian Karangasem 2 orang dan Tabanan 1 orang.

Kabar baiknya, sebanyak 124 pasien juga sembuh, dimana Kota Denpasar mencatatkan jumlah terbanyak 34 orang. Disusul Kabupaten Badung 22 orang dan Tabanan 12 orang (tiga besar).

Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali sampai saat ini berjumlah 45.154 orang (45.018 WNI dan 136 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 42.546 orang (94,22%) sudah sembuh dengan rincian 42.432 WNI dan 114 WNA.

Sementara kasus meninggal dunia, kini menjadi 1.370 Orang (3,03%) dengan rincian 1.365 WNI dan 5 WNA). Selanjutnya, pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif), kini bertambah 17 orang menjadi 1.238 (2,74%) dengan rincian 1.221 WNI dan 17 WNA.

Baca juga :  Satu Desa di Tejakula Terjadi Transmisi Lokal Corona

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubernur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain; kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.