Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Bali Siapkan 10 Hotel untuk Karantina OTG

  • Whatsapp
SEKDA Dewa Indra saat menerima kehadiran para relawan Covid-19 di ruang Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Senin (21/9). Foto: ist
SEKDA Dewa Indra saat menerima kehadiran para relawan Covid-19 di ruang Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Senin (21/9/2020). foto: ist

DENPASAR – Menyikapi angka pertambahan kasus yang terkonfirmasi positif yang semakin meningkat, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meminta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, menyiapkan 10 titik hotel sebagai tempat karantina.

‘’Saya minta agar ada penambahan 10 titik hotel karantina khusus bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan gejala ringan,’’ tegas Dewa Indra setelah menyerahkan sertifikat penghargaan kepada relawan penanganan kasus Covid-19, di ruang Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Senin (21/9/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, penanganan kasus Covid-19 yang sudah memasuki bulan keenam ini, belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Di mana perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per Senin (21/9), lanjut dia, mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 139 orang melalui transmisi lokal, sembuh sebanyak 80 orang, dan meninggal dunia sebanyak 6 orang.

Tambah dia, secara kumulatif terkonfirmasi positif  7.888 orang, sembuh 6.418 orang (81,36%), dan meninggal dunia 222 orang (2,81%), dan kasus aktif menjadi 1.248 orang (15,82%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

‘’Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi kehidupan masyarakat di Bali yang diketahui sebagian besar warganya bertumpu pada sektor pariwisata. Namun kita jangan pernah menyerah dengan keadaan sekarang, karena bagaimanapun pandemi Covid-19 ini harus tetap kita hadapi bersama, kita lawan dengan menerapkan protokol kesehatan kapanpun dan di manapun berada,’’ ajaknya. 

Baca juga :  Targetkan 30 Persen Perempuan di Parlemen, Menteri PPPA Dukung KPPI

Kepada relawan, Dewa Indra memberi apresiasi atas kinerja dan dedikasi sejumlah relawan atas kerjasamanya dengan pemerintah dalam membantu banyak hal penanganan kasus Covid-19. Di mana sertifikat penghargaan diberikan kepada relawan dari Potensi SAR Radio 115, Gowri Rescue, d’Pohon, Indonesia Ambulance Escort dan Tagana Badung yang sebelumnya bertugas di tempat karantina LPMP dan BPSDM.

Sementara itu, menyikapi arahan Sekda, Made Rentin bakal menyiapkan 10 titik hotel sebagai karantina. Kata dia, dari 10 hotel ini, satu akan dikelola langsung oleh Provinsi dan 9 sisanya akan dikelola oleh masing-masing kabupaten/kota yang ada. 

Menurut Rentin, hal ini dilakukan sebagai upaya mengakomodir kasus OTG dan gejala ringan yang sebelumnya menjalani isolasi di rumahnya masing-masing. Di mana kecenderungan untuk tidak disiplin masih diprediksi akan menjadi celah penyebaran Covid-19 klaster keluarga.

‘’Yang positif dengan gejala ringan atau OTG mungkin saja sudah disiplin untuk mengisolasi dirinya, namun belum tentu dengan keluarga mereka baik pasangan, orangtua maupun anak-anak mereka. Sehingga kemungkinan menyebarnya virus Corona ini masih terjadi dan meluas di tengah keluarga,’’ ujarnya. 

Rentin menambahkan bahwa tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan dokter yang menangani dan bersentuhan langsung dan terkonfirmasi positif juga diprioritaskan untuk mendapatkan hotel tempat isolasi dalam rangka memulihkan kembali imun tubuh dan kesehatannya. “Untuk saat ini dari 157 kapasitas kamar yang tersedia dari tiga tempat karantina yakni Diklat BPK Pering, Bapelkesmas dan Wisma Bima terisi 88 kamar dan sisanya tersebar di 17 rumah sakit rujukan lainnya,” sebutnya. 

Baca juga :  Indonesia Masters 2021: Tuan Rumah Tambah 8 Wakil Lolos ke Babak 16 Besar

Rentin menegaskan, untuk meminimalisir penambahan kasus akibat transmisi lokal maka tim satuan tugas penanganan Covid-19 kembali akan memperketat pengawasan, penanganan termasuk kontrol bagi warga yang sudah terindiksi atau terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan OTG. ‘’Ke depan juga akan diisolasi di hotel yang ditunjuk dengan sistem kontrol dan pengawasan dari tenaga medis,’’ pungkasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.