Asian Games 2026: Erupsi Krakatau, Kontingen Indonesia Berangkat dari Surabaya Menuju Jepang

PARA pemain Timnas bola basket putra Indonesia beserta tim CdM Asian Games 2026 berfoto bersama setelah sesi latihan di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau mengubah rute gelombang awal keberangkatan Kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta terganggu akibat sebaran abu vulkanik.

Sekitar 32 anggota kontingen yang terdiri atas atlet bola basket, anggar, serta anggota tim Chief de Mission (CdM) harus mengalihkan perjalanan melalui Surabaya agar tetap dapat bertolak menuju Jepang sesuai agenda masing-masing cabang olahraga.

Read More

“Kami dari CdM langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktur Angkutan Udara, termasuk dengan maskapai internasional,” kata CdM Tim Indonesia Todotua Pasaribu, Senin (7/9/2026).

“Malam ini kami kirim teman-teman atlet ke Surabaya, kemudian sesuai jadwal mereka terbang ke Singapura dan dilanjutkan ke Nagoya malam ini,” ujarnya menambahkan.

Rombongan tersebut semula dijadwalkan berangkat dari Soekarno-Hatta menuju Singapura sebelum melanjutkan penerbangan ke Jepang. Namun, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau membuat Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara sehingga CdM harus menyiapkan jalur alternatif bagi kontingen yang mulai memasuki periode keberangkatan menuju Asian Games.

AirNav Indonesia pada Senin (7/9) memperpanjang penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 WIB akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Status operasional penerbangan terus diperbarui berdasarkan perkembangan kondisi ruang udara dan pertimbangan keselamatan.

Situasi tersebut terjadi ketika gelombang awal Kontingen Indonesia mulai bergerak menuju Jepang. Tim nasional bola basket putra menjadi cabang pertama yang dijadwalkan bertolak pada 7 September karena sudah harus menjalani pertandingan Asian Games mulai 10 September, sembilan hari sebelum upacara pembukaan.

Todotua mengatakan CdM terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan kondisi penerbangan karena perubahan dapat berpengaruh terhadap keberangkatan cabang olahraga lainnya dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai langkah antisipasi, CdM menyiapkan sejumlah bandara alternatif, antara lain Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, serta Surabaya.

“Kami akan terus monitor dalam beberapa hari ke depan. Kami berharap aktivitas erupsi ini makin rendah dan bisa dikendalikan,” kata Todotua, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Tim anggar menjadi salah satu rombongan yang terdampak perubahan tersebut. Mereka dialihkan melalui rute Surabaya-Singapura-Tokyo. Setibanya di Jepang, tim anggar dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Tokyo sebelum melanjutkan persiapan menuju pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya.

Todotua menegaskan perubahan perjalanan menjadi salah satu tantangan nonteknis yang harus diantisipasi agar tidak mengganggu konsentrasi atlet pada fase akhir persiapan.

“Kami terus melakukan mitigasi dengan teman-teman cabang olahraga dan team manager. Tugas kami adalah memastikan seluruh kebutuhan nonteknis bisa diantisipasi, sehingga teman-teman atlet tetap bisa fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan,” kata Todotua.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober, meski sejumlah cabang mulai dipertandingkan sebelum upacara pembukaan. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.