MATARAM – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Rachmat Hidayat, kembali sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Lombok. Sosialisasi dibarengi dengan mendorong masyarakat menggalakkan gerakan diversifikasi pangan, di tengah krisis pangan yang mengancam dunia.
Sosialisasi dilangsungkan di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. “Diversifikasi pangan merupakan salah satu upaya memperkuat ketahanan bangsa dan negara kita,” kata Rachmat, Kamis (17/11/2022).
Dia menuturkan, isu krisis pangan yang kini terjadi di Inggris dan Prancis harus jadi momentum bagi Indonesia untuk berbenah. Khususnya mulai berani diversifikasi pangan pokok (beras) dengan berbagai pangan alternatif seperti umbi-umbian, talas, sagu, maupun tanaman khas tradisional endemik Indonesia. Kata dia, PDIP sejak bertahun-tahun lalu mengingatkan masyarakat mulai mengonversi beras ke pangan alternatif mengandung karbohidrat.
Saat ini, ujarnya, laju pertumbuhan penduduk dunia cukup tinggi, diperkirakan 1,4 persen setahun. Namun, seiring meningkatnya angka harapan hidup, jumlah kematian juga sangat rendah. Sebelum pandemi, angka kematian kurang dari 15.000 jiwa per hari di seluruh dunia. Kondisi tersebut tak imbang dengan menyusutnya lahan pertanian, karena bertambahnya jumlah penduduk menjadikan alih fungsi lahan pertanian ke kawasan permukiman bertambah.
“Kalau sudah begini, lambat laun produktivitas panen padi-padian untuk menopang stok pangan nasional akan menyusut. Padahal negara-negara penyuplai pangan utama dunia mulai mengamankan stok untuk kebutuhan dalam negerinya,” terangnya.
Itu alasan Ketua DPD PDIP NTB ini, saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, mendorong masyarakat diversifikasi pangan dengan konversi pangan alternatif. Dia ingin masyarakat diedukasi secara benar tentang isu diversifikasi pangan ini. “Tanpa ketahanan pangan yang kuat dan swasembada, pondasi utama Empat Pilar Kebangsaan akan tercerai berai akibat ada krisis pangan,” imbuh politisi kharismatik itu.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Senteluk secara khusus diminta Kepala Desa Senteluk, Fuad Abdul Rahman. Fuad dua kali mengikuti sosialisasi Rachmat Hidayat, sehingga dia merasa masyarakatnya juga perlu sosialisasi serupa untuk memperkuat pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sosialisasi menghadirkan tiga akademisi sebagai narasumber, yakni Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram, Prof. Gatot Dwi Hendro Wibowo; Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Dr. Alfin Syahrin; dan Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, Hakam Ali Niazi.
“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini akan menjadi panduan dalam kehidupan masyarakat kami yang beragam. Akan menambah wawasan bagaimana masyarakat kami hidup bertetangga dan bagaimana hidup bersosial,” ulas Fuad bernada gembira. rul























