Angkat Kesejahteraan Pedagang Kecil di Mandalika, Gandeng GNI, ITDC Edukasi Pedagang Asongan

ANAK-anak pedagang asongan di Kawasan The Mandalika, yang mayoritas berjualan di malam hari, mendapat edukasi dari ITDC, Jumat (22/9/2023). Foto: ist
ANAK-anak pedagang asongan di Kawasan The Mandalika, yang mayoritas berjualan di malam hari, mendapat edukasi dari ITDC, Jumat (22/9/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggandeng Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang asongan, juga mengedukasi tumbuh-kembang anak di wilayah KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Jumat (22/9/2023).

General Manager The Mandalika, Molin Duwanno, mengatakan, kerja sama ini merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC bernama Program Pembentukan Pusat Belajar Anak & Pembinaan Pedagang Kaki Lima di Bazaar Mandalika & Kuta Beach Park. Dia mengaku berkomitmen mendukung perkembangan ekonomi lokal, dan memastikan kesejahteraan pedagang asongan, untuk menjaga integrasi kawasan The Mandalika. 

Bacaan Lainnya

“Dalam pembentukan paguyuban ini, kami akan berperan aktif membantu para pedagang asongan. Mulai dari pendataan hingga advokasi untuk penertiban pedagang asongan,” janjinya.

Dengan terbentuknya Paguyuban Pedagang Asongan, dia menilai akan memberi dampak positif dengan fungsi yang dijalankan. Misalnya pendataan pedagang, penyampaian informasi dari stakeholders, menyampaikan aspirasi pedagang, advokasi, pengawasan pedagang asongan anak-anak, dan advokasi perlindungan anak di kawasan The Mandalika. 

Paguyuban akan merumuskan aturan yang harus dipatuhi semua pedagang asongan yang terdaftar dalam asosiasi. Antara lain semua pedagang asongan yang ingin bergabung dalam Paguyuban harus memiliki kartu identitas yang sah.

Baca juga :  Meski Kalah, Komang Ayu Paksa Unggulan Pertama BAC 2022 Bertarung Rubber Game

Mengenai Yayasan GNI, yayasan ini adalah organisasi pemberdayaan nonpemerintah yang berbasis tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pemenuhan hak anak dan pengembangan masyarakat. Kerja sama antara GNI dan ITDC diawali dengan proses asesmen peserta dan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), dengan melibatkan koordinator pedagang asongan, pemerintah desa penyangga yaitu Desa Rembitan dan Desa Kuta, serta anak-anak pedagang asongan sekitar Kuta Beach Park. 

Hasil FGD, koordinator pedagang asongan dan pemerintah desa komitmen bersama membentuk Paguyuban Pedagang Asongan yang berbadan hukum. “Paguyuban yang akan dibentuk berfungsi sebagai wadah koordinasi dan advokasi para pedagang asongan di kawasan The Mandalika,” ungkap Molin. 

Pada Kamis (21/9/2023), sambungnya, kegiatan dilanjutkan dengan asesmen peserta dari anak-anak pedagang asongan di kawasan The Mandalika, yang mayoritas berjualan di malam hari. Asesmen dilakukan dengan edukasi dan metode bermain bersama, dipandu pengajar sekaligus psikolog anak. Kegiatan ini memberi pengalaman bermain yang bermanfaat bagi anak-anak tersebut, dengan tujuan memberi dukungan psikologis, emosional dan mengajak mereka ikut aktif di pusat belajar anak nanti. “Juga membantu dalam perkembangan sosial dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan,” tegasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.