30 Ribu Ton Limbah PLN Dimanfaatkan Bangun Infrastruktur

SEJUMLAH warga tengah memanfaatkan limbah pembakaran batubara dari PLTU milik PLN. Foto: ist

MATARAM – Sepanjang tahun 2022, PLN NTB mengolah lebih dari 30 ribu ton sisa abu pembakaran batubara atau fly ash bottom ash (FABA) menjadi bahan baku infrastruktur yang bisa digunakan masyarakat. FABA dihasilkan di dua lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yakni PLTU Jeranjang-Lombok Barat; dan PLTU Sumbawa Barat-Taliwang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Julmansyah, mengapresiasi langkah PLN dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan FABA, yang merupakan limbah PLTU, untuk dapat menggerakkan roda perekonomian di NTB. Menurutnya ini manifestasi paradigma melihat sampah yang sebelumnya sebagai masalah, menjadi sampah sebagai sumber daya.

Bacaan Lainnya

“FABA yang selama ini tidak memiliki nilai guna, kini jadi sumber daya yang dapat meningkatkan perekonomian di daerah atau desa. Masyarakat dapat menjadikan FABA berbagai bentuk material untuk pembangunan,” pujinya, Rabu (18/1/2023).

Salah satu kelompok masyarakat yang menggunakan FABA dalam produksi paving block, batako dan beberapa material konstruksi adalah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sukses Mandiri, Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Ketua Bumdes Sukses Mandiri, Firman, mengapresiasi program kepedulian PLN untuk masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, program pemanfaatan FABA dapat berdampak signifikan sekaligus menumbuhkan sirkuler ekonomi ke masyarakat.

Baca juga :  Puluhan Gepeng Dipulangkan ke Karangasem

”Kami sangat berterima kasih kepada PLN, karena mendapat bantuan yang sangat bermanfaat bagi Desa Manemeng. Apalagi ini merupakan hal baru terkait pemanfaatan FABA PLTU, yang ternyata memiliki potensi sangat besar,” cetusnya.

General Manager PLN NTB, Sudjarwo, menambahkan, pemanfaatan FABA merupakan bukti nyata PLN mengolah sisa dari operasional pembangkit. PLN dengan menggandeng UMKM lokal, bekerja sama mengolah FABA menjadi bahan baku paving block, batako, mortar, pembangunan jalan, beton struktural, gerabah, semen pozolan hingga tetrapod untuk penahan abrasi pantai.

FABA tidak hanya jadi sampah, tapi justru menjadi katalis penggerak roda perekonomian. “Harapannya, ekonomi sirkular dapat terwujud, tidak hanya bagi masyarakat di sekitar PLTU, tapi ke seluruh masyarakat NTB secara luas,” ungkapnya dengan nada bangga.

Program pemanfaatan FABA yang mampu menyerap lebih dari 30 ribu ton FABA, terbagi dalam beberapa kategori manfaat. Di PLTU Jeranjang, FABA dapat diserap secara optimal untuk beragam pemanfaatan, yaitu 24.300 ton untuk pemanfaatan internal, 2.700 ton pemanfaatan oleh instansi pemerintahan seperti stabilisasi lapangan Brimob di Ampenan, Mataram.

Selanjutnya 2700 ton dimanfaatkan kelompok masyarakat seperti Magot Center di Rembiga, Mataram. Juga 250 ton pemanfaatan oleh 38 UMKM di Pulau Lombok untuk pembangunan masjid, kelompok program kampung iklan binaan DLHK Provinsi NTB, dll.

Di PLTU Sumbawa, pemanfaatan FABA mulai terlihat signifikan. Sebanyak 1.150 ton FABA untuk pemanfaatan internal, 2.100 ton untuk pemanfaatan UMKM, 82 ton untuk pemanfaatan oleh instansi, dan 161 ton dimanfaatkan kelompok masyarakat.

Baca juga :  Bupati Sedana Arta Ingatkan Pengelolaan Keuangan Desa Harus Terarah

Dia berkata PLN terus mendorong dan membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi. “Upaya ini merupakan komitmen perseroan terhadap prinsip environmental, social and governance dalam menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, FABA masuk dalam kategori Limbah Non- Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Bekerja sama dengan stakeholder dan juga seluruh lini, PLN terus mendorong upaya pemanfaatan FABA yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.