Bank BPD Bali Inisiasi KUR Klaster Petani Bawang Merah

PENYERAHAN CSR Bank BPD Bali secara simbolis diserahkan kepada Ketua Kelompok Pilot Project TPAKD Kabupaten Bangli. Foto: ist

BANGLI – Pemkab Bangli bersama Bank BPD Bali menginisiasi KUR Klaster kepada petani bawang merah yang pelaksanaannya dengan menunjuk 5 pilot project (proyek percontohan) sebagai percontohan bagi kelompok tani lainnya.

Bank BPD Bali Cabang Bangli memperkenalkan KUR Mesari (Membangun Masyarakat Bali) sebagai program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) dari Bank BPD Bali. Penyerahan CSR Bank BPD Bali secara simbolis diserahkan kepada Ketua Kelompok Pilot Project TPAKD Kabupaten Bangli, Senin (16/1/2023).

Bacaan Lainnya

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) merupakan forum koordinasi antar instansi dan pemangku kepentingan yang bertujuan untuk meningkatkan perluasan akses keuangan masyarakat di daerah yang bisa mendorong perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, dan penguatan sektor ekonomi prioritas.

‘’Dengan adanya pendampingan yang intensif, sosialisasi dan kemudahan akses permodalan diharapkan petani tidak bergantung pada rentenir lagi,’’ kata Kepala Bagian CSR Bank BPD Bali, Anak Agung Gede Agung.

Dikatakan, tidak hanya dari sisi akses permodalan, kelompok tani juga sudah dibekali dengan pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bangli. Selain itu juga dari PT Madubaru turut aktif mengedukasi dan memantau penggunaan Pupuk Hayati Majemuk Cair yang harapannya dapat menekan harga produksi.

Baca juga :  Gelombang Tinggi, Jadwal “Fast Boat” Diantisipasi

Di Bali, TPAKD sudah terbentuk lengkap di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi sejak tahun 2020. Masing-masing TPAKD memiliki program yang mendukung program inklusi keuangan secara nasional dan berdasarkan produk unggulan daerah.

Terdapat dua program TPAKD Kabupaten Bangli yakni KUR Klaster kepada petani bawang merah dalam rangka perluasan kawasan bawang merah dan program pengelolaan sampah melalui bank sampah yang dikonversi menjadi tabungan BNI dan tabungan emas Pegadaian.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, Ir. Ida Bagus Gede Giri Putra, MM.; Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Budi Susetiyo; Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, Made Alit Parwata. Selain itu, juga hadir Direktur PT Madubaru, Sigit Himawan; Event Lead Inaproduct, Timotius Retno Andrean; dan Ketua Kelompok Tani Pilot Project Program TPAKD Bangli.

Ke depannya, OJK mendorong adanya kolaborasi dari pihak lain seperti Balai Besar POM Denpasar yang akan melaksanakan sosialisasi terkait izin edar pangan olahan UMKM. Sehingga misi untuk meningkatkan inklusi keuangan sekaligus membangun ekosistem bisnis riil dari hulu ke hilir dapat tercapai. TPAKD Kabupaten Bangli optimis dapat memperluas kawasan bawang merah sebagai produk unggulan Kabupaten Bangli.

Dimulai dari akses permodalan yang sudah didukung penuh oleh Bank BPD Bali, proses produksi yang didampingi dari Dinas Pertanian dan PT Madubaru, hingga pemasaran produk dari Inaproduct sebagai direktori produk UMKM Indonesia. nan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.