Yayasan ‘We Love With Love’ Segera Luncurkan Digital Aset We Love With Love, Galang Dana untuk UMKM Bali

  • Whatsapp
PEMENTASAN tari 'Lampah Nini' di Gunung Payung Cultural Park
PEMENTASAN tari 'Lampah Nini' di Gunung Payung Cultural Park

MANGUPURA – Prihatin terhadap dampak pandemi Covid-19 saat ini membuat We Love With Love tergerak untuk menggalang dana bagi mereka yang paling terdampak dari segi ekonomi, utamanya bagi usaha kecil (UMKM) berbasis seni, budaya, pariwisata dan lingkungan. Gerakan yang terlahir dari rasa cinta dan kasih sayang kepada Tanah Air dengan keragaman kesenian dan kebudayaan itu telah menjelajahi Bali untuk bertemu dengan sejumlah perajin dan seniman yang terus berupaya survive di tengah situasi saat ini.

Novi Rolastuti selaku penggagas We Love With Love menerangkan, gerakan tersebut bernaung di bawah Yayasan Aku Cinta Dengan Cinta pada tanggal 12 November 2020. Belum normalnya kondisi pariwisata di Bali, membuat kontraksi perekonomian Pulau Dewata pada kuartal III tahun 2020 mengalami minus 12,98 persen. Penurunan lebih dalam masih bisa terhindari karena pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bali sudah bergerak. Namun masih banyak UMKM yang mengalami kesulitan, apalagi jika produknya terkait dengan turunan sektor pariwisata.

Bacaan Lainnya

“Dari pengakuan para perajin yang kami temui, permintaan produk kerajinan pada masa pandemi sangat rendah. Sebaliknya untuk masuk ke pasar online, dirasa belum siap. Sementara sepinya panggung seni juga menjadi keluhan mereka,” ungkapnya, Selasa (12/1/2021).

Baca juga :  Tinjau Konservasi Penyu “Kurma Asih”, Wamen Alue Dohong Dorong Pengembangan Ekowisata

Dari penjelajahan keliling Bali yang dilakuan We Love With Love, para perajin dan seniman yang ditemui mengaku berupaya keras menemukan terobosan agar kehidupannya tetap berjalan di tengah situasi pandemi saat ini. Pada umumnya mereka mengeluh terkait rendahnya permintaan produk kerajinan, ketidaksiapan menjual secara daring dan sepinya panggung seni. Melalui digital aset yang telah dibangun, We Love With Love membantu untuk menyebarkan informasi yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat luas mengenai kondisi para seniman dan pengrajin di Bali.

Semua dokumentasi video kunjungan dan wawancara tim We Love With Love pada perajin dan seniman di Bali tersebut bisa disaksikan lewat channel YouTube We Love With Love. Ia juga mengajak para donatur untuk berdonasi dalam bentuk apapun untuk para perajin dan seniman Bali lewat situs www.welovewithlove.com atau langsung berbelanja produk lokal Bali. “Dana yang masuk akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan dan mendukung pergerakan We Love With Love untuk terus menebarkan rahman rahim, kasih sayang, dharma dan metta ke seluruh Indonesia,” terangnya.

Menandai inisiatif tersebut We Love With Love mengajak seniman Bali untuk membuat suatu pentas tari yang sarat akan makna kehidupan, merupakan suatu perenungan dan penyembuhan dari kondisi terpuruk saat ini. Pentas tari itu akan menjadi prosesi peluncuran Yayasan We Love With Love secara virtual live streaming melalui channel YouTube pada Sabtu (16/1/2021). Acara yang akan dimulai pukul 12.00 Wita tersebut menampilkan tarian yang diberi judul ‘Lampah Nini’. Tarian tersebut merupakan perpaduan pertama kalinya antara seorang maestro tari tadisional Bali Ni Ketut Arini yang berusia 77 tahun dan seorang koreografer kontemporer Muda I Komang Adi Pranata sebagai perjalanan dan refleksi hidup manusia terutama di masa pandemi.

Baca juga :  Unilever Distribusikan Lebih dari 40.000 Alat Tes PCR Melalui Gugus Tugas Nasional

Setelah peluncuran di hari yang berbeda akan digelar lelang produk kerajinan, lukisan, kaus dan masih banyak lagi yang hasilnya akan didonasikan kepada para perajin dan seniman di Bali yang terdampak pandemi. Yayasan ‘We Love With Love ‘akan memberikan giveaway bagi 100 donatur pertama berupa kaus dengan desain lukisan maestro I Dewa Putu Sena dari Ubud Bali. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.