Wow! Korban Meninggal Corona Capai 86 Orang, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Prokes

  • Whatsapp
JURU Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. Foto: ist
JURU Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. Foto: ist

DENPASAR – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar pada Senin (30/11/2020) kembali mengumumkan satu orang pasien Corona yang meninggal dunia. Selain itu, pada hari yang sama tercatat kasus sembuh bertambah 31 orang dan kasus positif Covid-19 bertambah 36 orang yang tersebar di 14 wilayah desa/kelurahan.

“Pasien meninggal dunia yakni seorang perempuan usia 43 tahun yang berdomisili di Desa Ubung Kaja. Pasien diketahui positif Covid-19 pada 7 November 2020 dan meninggal dunia pada 30 November 2020,” terang Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai dalam keterangannya pada Senin (30/11/2020).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data diketahui angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 3.563 orang (93,10 persen), meninggal dunia 86 orang (2,25 persen), dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 178 orang (4,65 persen). Adapun jumlah kasus positif secara kumulatif tercatat sebanyak 3.827 orang.

Persebaran kasus positif tercatat mengalami lonjakan tinggi di tiga wilayah desa/kelurahan. Desa Pemogan mencatatkan penambahan kasus tertinggi dengan 9 kasus baru. Disusul Kelurahan Pedungan yang mencatatkan penambahan 7 orang. Kemudian Desa Tegal Harum turut mencatatkan penambahan kasus positif 6 orang.

Baca juga :  Gubernur Koster Dorong Kembangkan Industri Berbasis Keunggulan Lokal

Selain itu, Desa Peguyangan Kangin, Kelurahan Peguyangan, dan Kelurahan Renon mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing 2 orang. Sedangkan delapan desa/kelurahan lainnya mencatatkan penambahan kasus masing-masing 1 orang. “Sebanyak 29 desa/kelurahan nihil penambahan kasus baru,” ucap Dewa Rai.

Kabag Humas Setda Kota Denpasar ini menjelaskan, GTPP tetap memberikan perhatian serius bagi wilayah yang kasusnya yang cukup tinggi. Beragam upaya pun terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien, dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan Mobil Calling atau dari rumah ke rumah, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

“Mari bersama sama lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah. Mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih mendominasi, hal ini lantaran arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” kata Dewa Rai.

Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas. “Hindari kerumunan, selalu gunakan masker, dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas,” pungkasnya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.