DENPASAR – Bank BPD Bali terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi Bali dan nasional melalui peningkatakan dan pemberdayaan UMKM. Ini sejalan dengan visi dan misi Bank BPD Bali sebagai bank yang berdaya saing tinggi dan fokus dalam melayani UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu terungkap dalam webminar bertema ‘UMKM Bangkit bersama Bank BPD Bali’ di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Kamis (20/5/2021). Webinar serangkaian HUT ke-59 Bank BPD Bali ini, bekerjasama dengan STIMIK Primakara dan BeKraf Kota Denpasar.
Kadiv Kredit Bank BPD Bali, I Gusti Ayu Citrawati, mengatakan, webinar ini sebagai wujud nyata kepedulian Bank BPD Bali terhadap UMKM di masa pandemi Covid-19, sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM di Bali. Selain itu juga ingin lebih mengenalkan layanan Bank BPD Bali di mata pelaku UMKM yang banyak usahanya kembali nol, sehingga diharapkan bisa bertahan hingga pulih di masa pandemi.
‘’Kita ingin sharing lewat virtual dengan sekitar 1.900 UMKM yang live chat, karena nambah terus dan tembus hingga 5 ribu dari terget 1.500 peserta,’’ kata Citrawati.
Ia berkata, setiap kejadian atau musibah seperti pandemi ini, usaha UMKM terdampak pertama. Tapi UMKM lebih cepat pulih dan cepat bangkit dibanding usaha yang lebih besar. ‘’Karena itu, sekitar 5 ribu yang ikut mendaftar bisa dapat stimulus tidak saja uang Rp1 juta, tapi juga dididik dan dibina menjadi UMKM nasabah Bank BPD Bali maupun debitur,’’ jelasnya.
Pada kesempatan itu, Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, menegaskan, webinar ini sebagai program kerja sama tahap kedua yang berbarengan di-branding bersama HUT ke-59 Bank BPD Bali. Webinar ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk percepatan pemulihan ekonomi Bali yang tertekan akibat pandemi Covid-19.
‘’Inilah salah satu tujuan kita mendatangkan narasumber, baik dari sisi pasar secara online, termasuk kemasan produk. Karena kemasan tidak saja bagus dan menarik, tapi juga harus sehat serta layak dikonsumsi atau digunakan oleh konsumen,’’ sebutnya.
Narasumber webinar, Daniel Tumiwa selaku bussines development mendorong agar mimpi mendirikan usaha jangan kecil, tapi agar di atas 100 persen. Karena internet dan perangkat pemasaran sangat murah dengan modal lebih kecil dan sangat banyak yang membantu, seperti Bank BPD Bali.
‘’Mimpinya jangan jasa atau produknya hanya untuk lingkungan di Bali saja, tapi mainset-nya harus global. Jadi bagaimana melihat peluang pasar yang lesu di lingkungan kita mungkin tidak laku, tapi negara lain justru banyak mencari barang kita. Jadinya kita harus terus punya mainset terus mencari peluang,” katanya.
‘’Jika dulu hal itu sangat sulit dilakukan, tapi sekarang sudah ada internet. Dan kita bisa bertanya dulu apa yang perlu dan diinginkan oleh netizen sebagai pemakai produk atau jasa kita,’’ imbuhnya.
Narasumber lain, Steven Samudra selaku digital entrepreneur, menambahkan, jika sudah punya mimpi dan rencana bisnis bisa melangkah untuk memperkuat usaha membentuk tim atau perusahaan, agar bisa bergerak dengan kemampuan yang berbeda-beda. Penggabungan keterampilan ini akan menjadikan kekuatan yang lebih besar di masa pandemi ini.
‘’Jadi jangan takut memulai dan jangan takut untuk bermitra. Apalagi memakai nama brand Bali yang sudah terkenal di mancanegara,’’ pungkasnya. nan























