Guru Agama Tidak Masuk Rekrutmen P3K, Bupati-DPRD Bangli Diminta Perjuangkan ke Pusat

RAPAT kerja pimpinan DPRD Bangli dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Disdikpora , Diskes serta RSUD Bangli, Kamis (20/5/2021). Foto: gia
RAPAT kerja pimpinan DPRD Bangli dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Disdikpora , Diskes serta RSUD Bangli, Kamis (20/5/2021). Foto: gia

BANGLI – Pemkab Bangli tahun 2021 mendapat kuota pengangkatan pegawai sebanyak 997 orang, terdiri dari empat formasi CPNS Dinas Kesehatan dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kesehatan dan Guru. Sayang, dalam formasi itu tidak tercantum formasi untuk guru agama. Hal ini dipertanyakan anggota DPRD Bangli, Jero Gede Tindih, dalam rapat kerja pimpinan DPRD Bangli dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Disdikpora , Diskes serta RSUD Bangli, Kamis (20/5/2021).

Rapat itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli, I Nyoman Budiada; didampingi Wakil Ketua I Komang Carles, dan dihadiri Kadiskes Nengah Nadi, Plt. Kadisdik, Dewa Agung Putu Purnama; Plt. Kepala BKD Bangli, I Komang Pariarta, serta Direktur RSUD Bangli, I Nyoman Arsana. Pokok bahasan terkait persiapan rekrutmen P3K dan CPNS di Bangli.

Read More

Gede Tindih merasa aneh guru agama tidak masuk dalam rekrutmen P3K. Padahal di Bangli sangat minim guru agama yang berstatus PNS. Kata dia, salah satu sekolah dasar di Desa Songan malah hanya punya satu guru agama, itu pun cuma guru abdi.

Kok  guru agama tidak masuk? Padahal kita sangat membutuhkan guru agama untuk pendidikan agama bagi generasi muda kita,” seru Tindih.

Politisi asal Desa Songan ini minta Bupati dan pimpinan DPRD Bangli serta OPD terkait berkoordinasi ke pusat, untuk memperjuangkan agar guru agama bisa masuk dalam rekrutmen P3K tahun 2022. “Guru agama ini jadi pioner pendidikan agama sejak usia dini,” pintanya.

Dewa Agung Putu Purnama pada kesempatan itu mengatakan, sesuai hasil rapat belum lama ini, guru agama memang tidak dibolehkan oleh BKN. Namun, dia tidak merinci lebih jelas kenapa guru agama tidak masuk dalam rekrutmen P3K tahun ini. Disinggung soal rekrutmen P3K guru, jelasnya, Bangli mendapat formasi sebanyak 846 orang. Dia pun optimis kuota tersebut bisa terpenuhi.

“Kami masih melakukan penghitungan dan memadukannya dengan Dapodik pusat. Ini saya baru membahasnya dengan yang membidangi,” jelasnya.

Baik Nyoman Budiada dan Komang Carles berharap agar rekrutmen P3K guru maupun tenaga lainnya, tetap memprioritaskan agar pengabdi asal Bangli bisa mengisi kuota yang ada. “Kasihan mereka telah mengabdi cukup lama tapi sampai ada yang tidak bisa mendaftar. Karena itu SKPD yang membidangi agar membantu mereka, khususnya dalam bidang administrasi serta memberi pelatihan menjawab tes CAT (computer assisted test),” serunya.

Dalam raker tersebut juga tersingkap, rekrutmen guru P3K akan ada tiga tahapan tes. Tahap pertama diikuti tenaga guru pengabdi negeri dan guru K2 asal  Bangli. Bila pada tes pertama ada kuota tersisa, maka akan dilanjutkan dengan tes kedua yang diikuti guru swasta, mereka yang lulus PPG, serta guru yang tidak lulus pada tes pertama. Bila tes kedua masih juga ada kuota tersisa, baru bisa diikuti oleh peserta luar daerah.

“Hal tersebut sesuai dengan aturan dari pusat, jadi semua sudah terakomodir. Dalam hal ini kita hanya bisa membantu proses administrasi saja, sedangkan pansel semua dari pusat,” pungkas Budiada. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.