DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar kembali menebar kepedulian bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Pada Senin (2/8/2021) Disdikpora Kota Denpasar membagikan 250 bungkus nasi jinggo dan 50 paket sembako pada warga Sumerta Kauh.
Nasi jinggo dan paket sembako itu diserahkan Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, di Kantor Desa Sumerta Kauh. Bantuan ini langsung didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Saat itu, Wawali Arya Wibawa didampingi Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya; Camat Denpasar Timur, Wayan Hermawan; Ketua MKKS SMP Kota Denpasar, I Wayan Murdana; dan Perbekel Desa Sumerta Kauh, I Wayan Sentana.
Wawali Arya Wibawa mengatakan, di Kota Denpasar saat ini sedang mengalami kondisi tren kenaikan kasus Covid-19. Guna mengantisipasi dan memprcepat penanganannya, Pemkot Denpasar terus mengevaluasi setiap kebijakan yang telah diterapkan. ‘’Kuncinya tentu melalui vaksinisasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat. Selain juga upaya memberdayakan Kaling Kadus sebagai tim tracer. Tentu semuanya dilakukan guna mempercepat upaya penanganan agar tren kasus Covid-19 bisa melandai,’’ ujar Arya Wibawa.
Arya Wibawa berkata, Pemkot Denpasar juga selalu berupaya menggerakkan sisi ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19. Memang untuk sementara, belum semua sektor bisa disentuh melalui anggaran APBD, namun pola gotong royong terus dioptimalkan sehingga bisa membantu masyarakat Kota Denpasar.
“Bagi masyarakat yang belum tersentuh bantuan, Pemkot Denpasar melakukan gerakan bantuan sembako langsung agar tepat sasaran. Bantuan ini bersumber dari dana gotong royong. Disinilah juga peran pemerintah Desa dan kecamatan dalam mendata masyarakat nya yang memang benar benar membutuhkan agar tepat sasaran. Bila koordinasi semua sektor dilakukan secara tepat, maka akan efektif membantu sektor ekonomi yang terdampak Covid-19 ini,” katanya.
Karenanya, ia mengapresiasi kegiatan berbagi dan membangkitkan UMKM di masa pandemi Covid-19 yang diinisiasi oleh Disdikpora Kota Denpasar. Menurutnya, sesuai instruksi Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, memang mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkot Denpasar, agar ikut membantu masyarakat Kota Denpasar yang sedang terpuruk karena pandemi Covid-19. Langkahnya yakni bergotong royong dengan berbelanja di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
‘’Langkah ini sesuai dengan slogan hadapi pandemi dengan hati. Jangan pernah berhenti melakukan gerakan karena pendekatan ini akan lebih bagus, tak ada saling hujat. Saling hujat tak akan menyelesaikan masalah. Menyelesaikan masalah hanya dengan gotong royong seperti ini. Kita semua harus bersabar, badai pasti akan berlalu,’’ ulas Arya Wibawa.
Lebih lanjut dijelaskan, yang menjadi pelaku usaha saat ini adalah sebagian besar masyarakat Kota Denpasar yang terdampak penerapan PPKM Darurat. ‘’Kita yang beli, tokoh masyarakat yang berkenan juga mari kita ajak gotong-royong di situasi saat ini. Banyak yang kita bisa beli, ada nasi jinggo, camilan, gorengan dan lainnya,” ujarnya.
Wawali Arya Wibawa juga mengapresiasi langkah Disdikpora Kota Denpasar menggerakkan persekolahan negeri maupun swasta untuk melakukan langkah serupa di wilayah masing-masing. Dengan begitu muncul vibrasi positif pemberdayaan UMKM dan akan terjadi gerakan kapasitas peningkatan UMKM.
‘’Itu gerakan sangat bagus. Dengan hanya berbelanja di warung rujak saja, sudah mampu menggerakkan UMKM. Apalagi mampu yang lebih dalam membantu masyarakat yang membutuhkan saat pandemi ini, tentu sangat luar biasa,’’ lugasnya.
Pemkot Denpasar, sambung Arya Wibawa, telah membuka empat posko dapur umum gotong royong untuk membagikan nasi bungkus kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 wilayah Jawa-Bali. Dalam satu hari ada 1.000 bungkus yang disiapkan untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Arya Wibawa menyebutkan, penanganan pandemi Covid-19 memang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Penanganan pandemi Covid-19 ini tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah, perlu ada dukungan dan partisipasi dari elemen masyarakat,” ujarnya memungkasi.
Sementara Perbekel Desa Sumerta Kauh, I Wayan Sentana, mengatakan, bantuan paket sembako kepada masyarakat Desa Sumerta Kauh ini merupakan bentuk sinergitas Pemkot Denpasar dengan Pemerintah Desa melalui program bapak angkat desa/kelurahan yang telah lama berjalan dan semakin diefektifkan untuk membantu masyarakat di masa pandemi ini. Adapun teknis bantuan ini akan langsung disalurkan setelah diserahkan kepada kepala dusun masing masing.
“Sebanyak 50 paket sembako ini akan disalurkan kepada masyarakat dengan kategori masyarakat yang positif Covid-19, serta masyarakat yang terdampak pandemi. Harapan kami tentu segala bentuk bantuan pemerintah ini dapat diberikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” kata menandaskan. tra






















