Pusat Didesak Tidak Abaikan Bangli Kekurangan Guru

I Made Sudiasa. Foto: ist
I Made Sudiasa. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Dunia pendidikan di Kabupaten Bangli masih dihadapkan persoalan serius berupa kekurangan guru. Sesuai data yang dihimpun, Kabupaten Bangli kekurangan guru sebanyak 1.049 orang. Kondisi tersebut mengundang keprihatinan anggota DPRD Bangli, I Made Sudiasa.

Kepada awak media, Selasa (25/8/2026), Sudiasa menyebut keadaan ini menjadi dilema bagi Pemkab Bangli. Kebutuhan guru harus segera dipenuhi demi keberlangsungan proses belajar-mengajar bagi anak bangsa, di sisi lain kemampuan fiskal Pemkab Bangli saat ini terbatas akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. “Dana transfer dari pusat berkurang sekitar Rp37,98 miliar. Kondisi tersebut turut mengubah target dalam Rancangan KUA dari sebelumnya Rp831,7 miliar menjadi sekitar Rp793,7 miliar untuk APBD 2026,” ungkapnya.

Read More

Keadaan ini dinilai semakin rumit karena pemerintah pusat juga menetapkan kebijakan belanja pegawai tidak boleh melebihi 30%. Karena itu, dia berharap pemerintah pusat memberi solusi agar persoalan kekurangan guru di daerah tidak sepenuhnya menjadi beban Pemkab. “Kalau dana transfer tidak bisa dikembalikan, maka pembiayaan tenaga pengajar dapat diambil alih pemerintah pusat melalui kementerian terkait, guna memenuhi kebutuhan tenaga guru di daerah,” pintanya.

Lanjut disampaikan, Bangli merupakan daerah yang masih sangat bergantung pada dana transfer pusat. Sementara potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) relatif terbatas. “Pemerintah pusat agar tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi daerah, khususnya menyangkut pemenuhan tenaga pendidik,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.