POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Ubud, Senin (24/8/2026). Pengaturan ini masih dalam tahap uji coba untuk mengurai kepadatan kendaraan, khususnya di sejumlah ruas yang selama ini menjadi titik penumpukan arus.
Kepala Dishub Gianyar, I Wayan Artawan, mengatakan, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut langsung dipantau bersama jajaran kepolisian dan unsur kewilayahan. Pemantauan di hari pertama dilakukan bersama Camat Ubud, I Dewa Gde Pariyatna; dan Kanit. Turjawali Satlantas Polres Gianyar, Ipda I Nengah Artanayasa.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya perubahan pola pergerakan kendaraan. Kepadatan yang sebelumnya cukup terasa di jalur menuju Jalan Made Lebah, kini cenderung bergeser ke Jalan Sugriwa hingga Jalan Cok Putra Sudarsana. Dari arah Nyuh Kuning menuju Pengosekan, arah Ubud Kota dan Padangtegal, mengalami sedikit kepadatan. Terutama jalur Pengosekan-Padangtegal menuju Jalan Sugriwa yang tembus ke Jalan Cok Putra Sudarsana atau Jalan Raya Ubud,” ujar Artawan.
Menurutnya, kepadatan tersebut salah satunya dipicu kendaraan dari arah Denpasar dan Badung yang masuk melalui Tebongkang, Singakerta, simpang Nyuh Kuning, kemudian menuju kawasan Ubud melalui Pengosekan. Arus kendaraan selanjutnya banyak mengarah ke Jalan Sugriwa, sehingga terjadi penumpukan hingga Jalan Cok Putra Sudarsana.
Di sisi lain, rekayasa lalu lintas memberi dampak cukup positif terhadap Jalan Made Lebah dan kawasan Pengosekan. Sebelumnya, kendaraan dari Singakerta, Nyuh Kuning dan Lodtunduh banyak berbelok ke kanan atau ke timur menuju Jalan Made Lebah. Namun, kendaraan tersebut tidak semuanya menuju pusat Ubud. Sebagian merupakan kendaraan yang melintas menuju Tegallalang, Kintamani maupun Tampaksiring.
“Pembebanan kendaraan banyak sebenarnya bukan langsung mengarah ke Ubud. Di Jalan Raya Pengosekan itu dari arah Singakerta, Jalan Nyuh Kuning dan Lodtunduh belok kanan atau timur menuju Jalan Made Lebah,” jelasnya.
Artawan menguraikan, arus kendaraan menuju wilayah utara Bali tersebut selama ini turut menjadi penyebab kepadatan di Jalan Made Lebah, Jalan Raya Teges hingga Jalan Cok Gede Rai. Melalui skema baru, akses kendaraan dari arah Singakerta, Nyuh Kuning dan Lodtunduh untuk berbelok ke timur menuju Jalan Made Lebah dibatasi.
“Hanya perlintasan ini yang bikin padat, karena mereka mengikuti Google Maps untuk menuju Tegallalang, Kintamani dan Tampaksiring. Kalau kendaraan yang memang di Ubud, mereka sudah memiliki jalur sendiri, sudah mengerti,” paparnya.
Setelah rekayasa diterapkan, kondisi Jalan Raya Pengosekan menuju utara, kawasan Monkey Forest hingga Banjar Kalah, Peliatan, terlihat lebih lengang. Meski demikian, Dishub Gianyar belum akan menetapkan pola tersebut sebagai pengaturan permanen. Evaluasi masih dilakukan untuk melihat efektivitas rekayasa sekaligus mencari solusi terhadap titik kepadatan baru yang muncul.
“Ini bersifat uji coba. Kita masih melakukan evaluasi. Mungkin hari ini akan kita evaluasi, nanti apakah dimungkinkan dilakukan langsung perubahan yang bersifat solutif,” ungkapnya.
Salah satu opsi yang tengah dikaji yakni menambah pintu keluar kendaraan dari arah Ubud. Akses di depan Puri Peliatan juga dipertimbangkan untuk dibuka sebagai alternatif guna mengurai kepadatan di simpang Ambengan. Artawan mengatakan opsi tersebut perlu dikaji secara matang karena simpang Ambengan telah dilengkapi lampu lalu lintas.
Durasi lampu hijau tidak dapat begitu saja diperpanjang tanpa memperhitungkan pergerakan kendaraan dari arah lainnya. Masyarakat maupun wisatawan diimbau mengikuti rambu, marka jalan dan arah lalu lintas yang ditentukan selama masa uji coba. adi






















