Buleleng Festival 2026 : Jangan Biarkan “Uriping Rasa” Jatuh di Tumpukan Sampah

PEMBUKAAN Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Selasa (18/8/2026). Foto:ist
PEMBUKAAN Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Selasa (18/8/2026). Foto:ist

PERNYATAAN Gubernur Bali, Wayan Koster, saat membuka Buleleng Festival 2026 bahwa “Budaya adalah jiwa kehidupan dan napas masyarakat Bali” merupakan penegasan yang sangat tepat. Sebagai warga Bali, saya sangat setuju dan mendukung penuh diselenggarakannya Buleleng Festival 2026.

Namun, di balik kemegahan Buleleng Festival, kita tidak boleh menutup mata dari persoalan sampah, maraknya penggunaan sampah kemasan dan kantong plastik sekali pakai oleh para UMKM. Pemandangan tumpukan sampah di area festival jelas mencoreng nilai kearifan lokal yang ada di Bali yang menjunjung tinggi keharmonisan lingkungan (Tri Hita Karana).

Read More

Sangat ironi jika sebuah festival yang tujuannya merayakan keagungan budaya justru meninggalkan jejak kerusakan lingkungan di acaranya. Sangat ironis jika sebuah festival yang bertujuan merayakan keagungan budaya justru mengotori tanah leluhurnya sendiri.

Catatan kritis mengenai lingkungan ini tentu menjadi PR bersama yang harus dibenahi. Meski demikian, secara substansi, keberadaan Bulfest tetaplah sebuah langkah krusial. Di saat sebagian besar daerah justru terbuai arus modernisasi dan mengabaikan budayanya sendiri, Bulfest hadir sebagai benteng mempertahankan tradisi. Terdapat 3 alasan utama mengapa keputusan menggelar Buleleng Festival sangat tepat  dan harus terus diselenggarakan:

1. Sebagai Jembatan untuk Mengenalkan Budaya Lokal       

Generasi sekarang merupakan generasi yang melewati arus modernisasi yang pesat, di mana paparan budaya luar begitu mudah masuk dan mempengaruhi kehidupan kita. Berbagai data riset menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen remaja di Indonesia kini aktif mengonsumsi konten budaya asing seperti musik K-Pop, film Barat, hingga tren gaya hidup barat. Di tengah tingginya minat anak-anak mempelajari budaya luar ini, penyelenggaraan Buleleng Festival menjadi media yang sangat tepat untuk menyeimbangkan arus modernisasi ini dan menanamkan kembali rasa bangga akan identitas budaya sendiri. melalui pertunjukan seni, kuliner khas, dan suasana kota singaraja, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga ikut merasakannya secara langsung.

2. Mempromosikan Kebudayaan Bali pada Masyarakat Luar

Buleleng memiliki kekayaan seni dan budaya yang khas, Bulfest ini dapat menjadi salah satu wadah etalase untuk menunjukan kepada wisatawan maupun masyarakat mancanegara bahwa kebudayaan kita sangat beragam dan bernilai tinggi. Festival ini menunjukan bahwa Bali bukan hanya unggul pada keindahan Alam tetapi juga kekuatan masyarakat akan menjaga tradisi bali di tengah arus modernisasi ini.

3. Wadah regenerasi Maestro dan Seniman muda

Saya sangat setuju bahwa Bulfest memberikan ruang gerak yang adil bagi para seniman. Kehadiran festival ini bukan hanya untuk memberi ruang pada maestro legendaris, melainkan wadah vital regenerasi. Data dari Kementerian kebudayaan Provinsi Bali mencatat bahwa lebih dari 60 persen sanggar kesenian mengeluh karena minimnya panggung bagi mereka menunjukan karyanya. yang memicu penurunan minat generasi muda hingga 35 persen untuk menekuni seni pertunjukan klasik dalam 5 tahun terakhir ini. Kehadiran Bulfest 2026 yang melibatkan lebih dari 1000 seniman lokal, dimana mayoritas penampil merupakan anak muda menjadi panggung penting bagi para maestro muda untuk menampilkan bakatnya. Tanpa adanya wadah seperti Bulfest ini, potensi seniman muda bali akan menurun dan mungkin bisa hilang. 

Agar pesta kebudayaan daerah Buleleng ini tidak hanya sekedar wadah pengenalan budaya tahunan dan meninggalkan masalah lingkungan. Pemkab Buleleng perlu mengambil langkah yang konkret yaitu pemerintah wajib melarang penggunaan plastik sebagai wadah dan kantong bagi UMKM yang berjualan disana. Pihak Pemkab juga harus menyediakan tempat sampah pilah yang memadai di seluruh area festival agar masyarakat mudah untuk membuang sampah pada tempatnya.

Oleh : I Made Adi Mahendra

Siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Magelang

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.