Denpasar Tetap Berlakukan Pembelajaran Sekolah dari Rumah

  • Whatsapp
KABID Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama. Foto: tra
KABID Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama. Foto: tra

DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, memutuskan untuk tetap memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah untuk anak sekolah jenjang TK hingga SMP sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Dalam rapat yang digelar Komisi IV DPRD Kota Denpasar bersama Disdikpora Denpasar, belum lama ini, menyepakati bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) ditunda hingga Maret 2021. Alasannya, pandemi Covid-19 belum melandai.

‘’Kegiatan pembelajaran di Kota Denpasar pada jenjang pendidikan baik PAUD, TK, SD, dan SMP mulai semester dua (genap) tahun pelajaran 2020/2021 dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) atau tetap melakukan belajar dari rumah (BDR). Kebijakan itu dibuat karena lebih mengedepankan keselamatan dan kesehatan semua peserta didik dan penyelenggara pendidikan,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Minggu (3/1/2021).

Bacaan Lainnya

Disdikpora Kota Denpasar, sambung Wiratama, telah menerbitkan surat imbauan yang ditujukan kepada kepala SMP/MTs/SPK negeri/swasta, kepala SD/MI negeri/swasta, kepala PAUD/TK/RA negeri/swasta, kepala SKB/SPNF Kota Denpasar dan ketua pengelola PKBM Kota Denpasar tertanggal 23 Desember 2020 sehubungan dengan terbitkan SKB Empat Menteri.

Poin pertama dalam surat imbauan nomor 420/4408/Disdikpora/2020 itu sambil menunggu turunnya Surat Keputusan Wali Kota Denpasar tentang panduan PTM di Kota Denpasar agar satuan pendidikan menyiapkan sarana protokol kesehatan yang telah disiapkan untuk daftar periksa dalam laman Dapodik/EMIS. Poin kedua, kepala satuan pendidikan agar menginformasikan orang tua murid bahwa untuk proses PTM masih menunggu hasil penyusunan panduan PTM yang akan ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota.

Baca juga :  BWF Izinkan Tiga Pemain Positif Covid-19 boleh Tanding di Thailand Open

Sementara itu, mengutip siaran pers Minggu (3/1/2021) Kemendikbud menegaskan kembali bahwa penyelenggaraan pembelajaran semester genap yang dimulai pada 4 Januari 2021 tetap mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Pelaksana tugas (plt) Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im, menegaskan, pemberian izin pelaksanaan PTM di satuan pendidikan dilakukan oleh pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan/atau kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai kewenangannya. Pemberian izin PTM juga dapat dilakukan secara serentak dalam satu wilayah provinsi/kabupaten/kota atau bertahap per wilayah kecamatan/desa/kelurahan. Pemerintah daerah sebagai pihak yang paling memahami kebutuhan dan kapasitas wilayah masing-masing memiliki kewenangan penuh untuk mengambil kebijakan.

Menurut Ainun, terdapat beberapa poin utama dalam SKB empat menteri tersebut. Pertama, keputusan membuka sekolah harus mendapat persetujuan bukan hanya dari pemerintah daerah tetapi juga dari pihak sekolah dan komite sekolah yang merupakan perwakilan para orangtua murid. “PTM sifatnya diperbolehkan tidak diwajibkan, sehingga keputusan akhir tetap ada di orang tua. Jika orang tua belum nyaman maka siswa dapat melanjutkan proses belajar dari rumah,” tegas Ainun.

Kedua, sekolah yang dibuka juga wajib memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan serta menerapkan protokol yang ketat. Sebagai contoh, jumlah siswa yang hadir dalam satu sesi kelas hanya boleh 50 persen dan satuan pendidikan diminta memberlakukan rotasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Baca juga :  Rapat Paripurna DPRD Gianyar Lewat “Teleconference”

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, dalam kesempatan terpisah sebelumnya menegaskan, jadi pembelajaran tatap muka dimulai dari simulasi yang bergantung kepada tingkat kesiapan sekolah itu sendiri dan tidak dipaksakan. ‘’Sebenarnya di tahun 2021 sudah diwacanakan bergulir, namun awal tahapan daripada simulasi ini kan bergantung kembali kepada kesiapan sekolah. Pemkot juga tidak bisa memaksakan apabila sekolah itu belum bisa memenuhi persyaratan dan sebagainya,’’ ucapnya.

Di sisi lain, Rai Mantra menegaskan, orientasi guru-guru ke depan lebih pada pematangan pada pendalaman materi itu sendiri. Apakah itu offline atau online itu bergantung daripada kesiapan kapasitas. Jangan sampai kebijakan itu merugikan siswa dan orang tua siswa. ‘’Dua hal itu akan menjadi penting di tahun 2021 dengan pendalaman materi lebih lanjut, baik itu daring maupun kesiapan daripada nondaring itu sendiri,’’ lugasnya.

Rai Mantra berkata jadi semunya bergantung pada kesiapan. Bukan pada dorongan. ‘’Nah, hati-hati itu. Kalau itu dorongan segala macam, tapi kesiapan tidak ada, kalau terjadi sesuatu tidak saling menyalahkan satu sama lain. Dalam keadaan sulit seperti ini, mari kita menyadari satu sama lain untuk mencari jalan keluar terbaik,’’ ucapnya menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.