POSMERDEKA.COM, TABANAN – Sejumlah warga Banjar Dinas Gulingan, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat (Selbar), Tabanan, memasang spanduk mempertanyakan kejelasan tentang kelanjutan proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi. Mereka memasang dua spanduk di dua titik ruas jalan jalur Antosari-Pupuan di Banjar Dinas Gulingan, Desa Antosari, Selbar, Rabu (19/7/2023).
Aksi damai pemasangan spanduk terkait lahan yang dipatok itu, dimulai sekitar pukul 09.00 Wita, dengan koordinatori warga I Nyoman Agus Suryawan, yang juga sebagai pemilik tanah terdampak jalan tol. Hadir pula Kawil Banjar Dinas Gulingan dan 12 perwakilan warga yang lahannya terdampak tol tersebut.
“Kami memasang dua spanduk, yang intinya mempertanyakan kejelasan tentang lahan-lahan milik kami yang sudah dipatok untuk proyek jalan tol, yang sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ujar Agus Suryawan.
Adapun spanduk yang dipasang di sisi selatan patok jalan tol, yang telah dipasang di pinggir jalan jalur Antosari-Pupuan itu, salah satunya berukuran sekitar 5×2 meter. Bertuliskan: “Om Swastiastu, Pak Wayan Koster!!! Kami warga Antosari yang terkena jalur tol mohon informasi dan penjelasan, apakah program ini berlanjut atau tidak? Mohon patok-patok agar segera dicabut, biar kami bisa mempergunakan lahan kami untuk bertani, berkebun, dan merenovasi rumah kami yang sudah bocor”.
Di bagian lain spanduk itu, juga tertulis: “Kami tunggu jawaban secepatnya dari Pak Wayan, baik secara langsung bertatap muka dengan kami maupun lewat media informasi media yang ada. Tolong jangan terlalu lama kami digantung seperti ini. Beri kami jawaban yang akurat dan pasti dapat kami percaya, karena ini berdampak bagi semua warga yang terkena jalur tol. Suksma. Om shanty, shanty, shanty, Om”.
Sementara di spanduk lain yang berukuran 1,5 m x 80 cm, bertuliskan; “Ingat, Paaakk…!!! Ini wilayah Desa Antosari, bukan Soka! Paham….????”.
Kegiatan pemasangan spanduk selesai sekitar pukul 09.30 Wita, berjalan dengan aman dan lancar. Pengamanan oleh personel Polsek Selbar dipimpin Kapolsek Selbar AKP Wibowo Sidi, S.H., M.H., dengan jumlah personel delapan orang. gap























