Wakil Rakyat Dorong Pengelolaan Resmi Pantai Balangan, Potensi Tambah PAD Badung

  • Whatsapp
PEMANTAUAN kondisi Pantaibalangan oleh Disparda Badung bersama Camat Kutsel dan Lurah Jimbaran, belum lama ini. foto: ist

MANGUPURA – Harapan masyarakat agar Pantai Balangan, Kuta Selatan, Badung, Bali bisa dikelola secara resmi mendapatkan tanggapan dari anggota DPRD Badung, Made Sumertha.

Menurutnya, daya tarik Pantai Balangan jika dikelola secara resmiakanbisa menjadi suatu potensi untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Badung. Sebelum adanya pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan ke pantai tersebut diketahuinya cukup ramai.

Bacaan Lainnya

“Karena itu, potensi tersebut sudah selayaknya bisa dikelola, sehingga pantai tersebut bisa ditata agar lebih nyaman, aman, representatif, dan terjaga kebersihan maupun keindahannya,” katanya Kamis (4/3/2021).

Wakil rakyat yang juga Bendesa Adat Pecatu ini menjelaskan, Pantai Balangan merupakan pantai yang berada diantara wilayah Desa Adat Jimbaran dan Pecatu. Sebelah utara sungai musiman di lokasi itu merupakan wewidangan (wilayah) Desa Adat Jimbaran, sedangkan sebelah utara sungai merupakan wilayah Desa Adat Pecatu.

“Selama ini Pantai Balangan memang belum dikelola secara resmi. Saya harap ini bisa dikelola dan ditata ke depannya sehingga bisa menjadi DTW,” ujar Sumertha.

Karena Pantai Balangan berada di antara wilayah Desa Adat Jimbaran dan Pecatu, dia mengusulkan agar pengelolaan nantinya bisa disinergikan. Untuk membahas hal itu diperlukan paruman dan koordinasi kedua pihak desa adat.

Baca juga :  PB PON Kukuh Tolak 10 Cabor Dicoret Dipertandingkan di Luar Papua

Namun demikian, Sumertha mengaku akan lebih dulu fokus untuk memperjuangkan pengelolaan pantai di wilayah Pecatu. Sebab pantai di Pecatu juga banyak yang belum ditata dan dikelola, seperti di Pantai Nyangnyang, Pantai Bingin, Pantai Dreamland, dan Pantai Suluban.

“Kami harap ini bisa dikelola sehingga infrastruktur pendukung bisa dilengkapi. Jika ini dikelola tentunya ini akan menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian yang dapat menyejahterakan masyarakat. Pemkab juga berkepentingan terkait itu karena ini potensi menambah PAD,” jelasnya.

Sebelum pantai tersebut dikelola, menurutnya pemerintah daerah perlu melakukan kajian lapangan, baik menyangkut keamanan, keselamatan maupun estetika. Saat ini, katanya sebagian besar pantai itu kondisinya mengalami abrasi dan terletak di bawah tebing. “Diperlukan pemecah ombak untuk mencegah dampak abrasi yang lebih memprihatinkan,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Bendesa Adat Jimbaran, I Gusti Made Rai Dirga, terkait pengelolaan Pantai Balangan. Dia mengaku membuka diri untuk melakukan pengelolaan secara sinergi dengan Desa Adat Pecatu. Apalagi wacana itu dulu sudah pernah dijajaki.

“Pengelolaan bersama terhadap Pantai Balangan itu sangat mungkin untuk dilakukan. Jadi, mungkin nanti setelah Pos Balawista selesai dibangun oleh pemerintah di Pantai Balangan, soal pengelolaan itu akan kami jajaki kembali,” katanya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.