Wabup Suiasa dan Sekda Adi Arnawa Sembahyang di Pura Uluwatu

  • Whatsapp
WABUP Suiasa; didampingi Sekda Wayan Adi Arnawa saat mengikuti prosesi upacara di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Selasa (4/5/2021). Foto: ist
WABUP Suiasa; didampingi Sekda Wayan Adi Arnawa saat mengikuti prosesi upacara di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Selasa (4/5/2021). Foto: ist

MANGUPURA – Serangkaian pujawali di Pura Luhur Uluwatu yang jatuh pada rahinan Anggara Kasih, Anggara Kliwon Wuku Medangsia. Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa; didampingi Sekda Wayan Adi Arnawa, sembahyang di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, Selasa (4/5/2021).

Turut hadir dalam Persembahyangan tersebut Kepala OPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Badung; Pengelingsir Jro Kuta, Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau Turah Joko; Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, serta masyarakat pemedek se-dharma.

Bacaan Lainnya

Wabub Suiasa seusai persembahyangan menyampaikan, melalui pujawali ini dengan menghaturkan rasa bakti sebagai umat se-dharma, berharap semua selalu mendapat kebahagiaan, keselamatan dan kesejahteraan.

‘’Dengan dilaksanakan pujawali ini kita tidak henti-hentinya memohon dan berdoa kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa Ida Sesuhunan yang melinggih di Pura Luhur Uluwatu agar kita semua terbebas dari situasi pandemi Covid-19 serta kembali ke kehidupan yang normal seperti sediakala,’’ ujarnya.

Selain itu,  diharapkan juga kepada seluruh pemedek untuk senantiasa melaksanakan protokol kesehatan dan sampai teledor dan senantiasa patuhi protokol kesehatan yang sudah disiapkan. “Di sini sudah disiapkan semua mulai dari sanitizer, alat pengukur suhu tubuh, masker dan sebagainya,’’ ujar Wabup Suiasa.

Baca juga :  Polisi Kejar Pembunuh Perempuan di Kamar Kontrakan

Pengelingsir Puri Agung Jro Kuta, Turah Joko selaku pengempon Pura Luhur Uluwatu, menambahkan, pelaksanaan pujawali rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali digelar pihak puri bersama Desa Adat Pecatu selaku pengemong. Puncak pujawali yang jatuh pada Anggara Kliwon Wuku Medangsia tanggal 4 Mei 2021. Selanjutnya Ida Bhatara nyejer selama tiga hari dan akan nyineb pada hari Jumat (7/5/2021).

Turah Joko juga mengimbau ke pemedek agar tetap menaati protokol kesehatan. ‘’Bagi pemedek yang merasa tidak enak badan kami sarankan untuk sembahyang dari rumah, dan cukup diwakilkan keluarga yang sehat untuk nunas tirta ke Pura,’’ sarannya.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, menambahkan,  pujawali tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan yang ketat. Persiapan pujawali di Pura Luhur Uluwatu sudah dilaksanakan beberapa hari sebelum pujawali.

‘’Kami sudah siapkan prokes, bagi yang maskernya terbang atau robek kami sudah siapkan di pintu masuk masker pengganti,’’ tegasnya, sembari mengungkapkan hal ini juga sebagai langkah persipaan uji coba prokes untuk pelaksanaan upacara manca wali krama pada November 2021 mendatang.

Pihaknya juga menerapkan larangan sampah plastik. Pemedek diimbau tangkil ke pura untuk tidak membawa sarana persembahyangan dengan menggunakan kantong plastik, sesuai dengan program pemerintah bebas dengan sampah plastik.

Hal senada disampaikan Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana.  Pujawali ini menurutnya juga menjadi bagian daya tarik wisatawan yang datang ke Uluwatu. Sebab konsep pariwisata yang diterapkan adalah pariwisata budaya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.