Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh Bertambah 45, kembali Nihil Kasus Meninggal

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Senin (7/6/2021), kembali nihil tambahan kasus meninggal dunia. Kabar baiknya juga, pasien sembuh secara konsisten terus bertambah melampoui tambahan kasus terkonfirmasi positif.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Senin (7/6/2021), pasien sembuh bertambah sebanyak 45 orang, atau 9 orang lebih banyak dari tambahan kasus terkonfirmasi positif yang berjumlah 36 orang (33 orang melalui Transmisi Lokal, 1 PPDN dan 2 PPLN).

Bacaan Lainnya

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 47.508 orang (47.340 WNI dan 168 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 45.535 orang (95,85%) sudah sembuh dengan rincian 45.378 WNI dan 157 WNA. Sementara kasus meninggal dunia tetap 1.509 orang (3.18%) dengan rincian 1.503 WNI 6 WNA.

Meningkatnya jumlah pasien sembuh dalam sepekan lebih ini dan mulai melandainya tambahan kasus positif, membuat kasus aktif (pasien dalam perawatan) semakin menurun. Kali ini berkurang 9 orang, menjadi 464 orang (0,98%) dengan rincian 459 WNI dan 5 WNA.

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Baca juga :  DPRD Ingatkan Pengelolaan LPD Hindari Usaha Spekulatif

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.420.139 orang dan vaksin 2 sebanyak 667.420 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 2.908.630 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 821.071 dosis.

Kemudian, dalam mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.