Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh Bertambah 42, Positif 44, Meninggal 3 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Minggu (13/6/2021), kembali mencatatkan tambahan kasus terkonfirmasi positif yang jumlahnya lebih banyak dari pasien sembuh, walau hanya terpaut 2 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Minggu (13/6/2021), pasien sembuh bertambah 42 orang, sementara tambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 44 orang (39 orang melalui Transmisi Lokal dan 5 PPDN). Di hari yang sama, Bali juga menambah 3 orang meninggal dunia ( 2 dari Buleleng dan 1 dari Bangli).

Bacaan Lainnya

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 47.754 orang (47.583 WNI & 171 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 45.825 orang (95,96%) sudah sembuh dengan rincian 45.662 WNI dan 163 WNA.

Sementara kasus meninggal bertambah 3 orang menjadi 1.523 orang (3,19%) dengan rincian 1.517 WNI 6 WNA. Sedangkan kasus aktif (pasien dalam perawatan) berkurang 1 orang, menjadi 406 orang (0,85%) dengan rincian 404 WNI dan 2 WNA 2.

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.644.631 orang dan vaksin 2 sebanyak 679.232 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 2.958.350 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 634.487 dosis.

Baca juga :  Kondisi Covid-19 Sangat Memprihatinkan, KONI Badung Minta Porprov Bali 2022 Diundur

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.