Update Covid-19 di Bali: Dua Hari Nihil Kasus Meninggal Dunia

  • Whatsapp

DENPASAR – Kabar baik menyertai perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, dimana dalam dua hari berturut Sabtu (14/11/2020) dan Minggu (15/11/2020), nihil tambahan kasus meninggal dunia.

Dengan demikian, jumlah kasus meninggal dunia tetap 404 Orang (3,18%) dengan rincian 401 WNI dan 3 WNA. ”Astungkara dalam dua hari ini, tidak ada warga kita yang meninggal dunia karena covid-19,” ujar Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Minggu (15/11/2020).

Bacaan Lainnya

Sementara tambahan kasus positif baru dalam dua hari tersebut sebanyak 108 orang, dimana 48 orang tercatat pada Sabtu (14/11/2020) dan Minggu (15/11/2020) sebanyak 60 orang melalui transmisi lokal yang dilaporkan tujuh kabupaten/kota kecuali Jembrana dan Karangasem.

”Secara kumulatif sampai hari ini, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 12.691 orang (12.660 WNI dan 31 WNA) yang didominasi transmisi lokal sebanyak 12.292 kasus,” jelas Made Rentin

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh dalam kurun dua hari sebanyak 116 orang, atau 8 orang lebih banyak dari tambahan kasus positif baru. Pada Sabtu (14/11/2020) tercatat 61 orang sembuh dan pada Minggu (15/11) sebanyak 55 orang. Total pasien sembuh di Bali kini berjumlah 11.671 orang (91,96%) dengan rincian 11.644 WNI dan 27 WNA.

Baca juga :  Kantongi Bukti Berkhianat, PDIP Resmi Usulkan Pecat Made Gianyar

Setelah dikurangi pasien sembuh dan ditambah kasus positif baru, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali tersisa sebanyak 616 orang (4,85) dengan rincian 615 WNI dan 1 WNA, yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Pada bagian akhir, Made Rentin kembali mengingatkan masyarakat Bali agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin mematuhi protokol kesehatan. ”Tetaplah waspada dan patuhi protokol kesehatan dimanapun kita berada. Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita,” tegasnya.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, lanjutnya, Gubernur Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan sebesar Rp100.000 bagi pelanggar perorangan dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha serta tempat fasilitas umum lainnya.

Rentin juga kembali mengingatkan pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker kapanpun & dimanapun terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.

Ditegaskan Rentin, bahwa pengendalian dan pencegahan covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. ”Untuk itu, mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada,” tandasnya lagi.

Baca juga :  1 PNS Pemprov Bali Positif Covid-19

Menurutnya, pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

”Mari kita dukung upaya pemerintah, dengan penuh disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” ajak Made Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.