Upaya Bangkitkan Perekonomian, KMHDI Buleleng Gelar ToT Jabanusra-Istimewa

SEKRETARIS Deputi Bidang Industri dan Investasi Ahmad Rekotomo saat membuka acara TOT Regional se-Jabanusra Istimewa secara luring, di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja Singaraja.

BULELENG – Sebagai upaya membangkitkan perekonomian, 77 kader dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia (KMHDI) se-Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jabanusra-Istimewa) mengikuti Training of Trainer (ToT). Pimpinan Cabang (PC) KMHDI Buleleng kali ini bertindak sebagai tuan rumah.

Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, dan secara luring diwakilkan Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Menparekraf RI, Ahmad Rekotomo, Minggu (17/4/2022), di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja Buleleng. Dalam kegiatan yang mengusung tema ‘Sinar Kahuripan Ring Gumi Nyegara Gunung’ ini diharapkan nantinya dapat memperkenalkan potensi alam dan membangkitkan roda perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Buleleng.

Bacaan Lainnya

Ketua PC KMHDI Buleleng, Ni Luh Sinta Yani, mengatakan, kegiatan ini merupakan program kaderisasi lanjutan, yang bertujuan untuk melatih pendidik kaderisasi di KMHDI. Selain ajang pembentukan trainer andal, melalui kegiatan ini PC KMHDI Buleleng mendukung upaya pemerintah membangkitkan pariwisata dan produk UMKM di Buleleng.

“Di samping mencetak kader andal, melalui konsep nyegara gunung dengan tema ‘Sinar Kahurikan Ring Gumi Nyegara Gunung’ di usung dalam kegiatan ToT kali ini adalah wujud apresiasi pemuda Buleleng mendukung kemajuan pariwisata dan UMKM di daerah Buleleng,” kata Sinta Yani.

Baca juga :  Bali Dikuasai Banteng, Golkar Gagal Hadirkan Kejutan, PDIP Rebut Karangasem, Kehilangan Jembrana

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi RI, Ahmad Rekotomo, menjelaskan, adanya destinasi desa wisata di Bali, khususnya Buleleng dapat meningkatkan minat wisatawan ingin berwisata. Dengan begitu, sektor pariwisata dapat mendukung ekonomi kreatif ditengah situasi pandemi Covid-19.

“Kami berharap dengan adanya desa wisata, minat wisatawan jadi naik dan perekonomian tumbuh. Ini bisa kolaborasi antara pariwisata dan ekonomi kreatif sama-sama mendukung. Selain meningkatkan sektor pariwisata, ini juga dapat menyerap tenaga kerja,” pungkas Rekotomo. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.