POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas senior Indonesia John Herdman memberikan komentarnya soal dua laga tim Garuda pada FIFA Match Day melawan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni pada pukul 21.00 WITA, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Menurut Herdman, Oman yang berperingkat 79 dunia akan memberikan “ujian sangat bagus”, sementara Mozambik yang berperingkat 101 dunia akan memberikan “tantangan berbeda”.
“Saya rasa Oman memberi kami ujian yang sangat bagus. Kami ingin menghadapi tim dari Pot 1 atau Pot 2 Asia, dan PSSI berhasil mewujudkannya. Itu sangat penting,” kata Herdman kepada sejumlah wartawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Khusus Mozambik, Herdman menambahkan negara Afrika bagian Timur itu tim yang bisa saja memberikan kejutan.”Kadang Anda sudah menyiapkan semuanya, tetapi situasi tak selalu berjalan sesuai rencana. Tim yang diprediksi lolos justru kalah dan Anda menghadapi lawan berbeda. Mozambik memberi ujian seperti itu,” ucap pelatih asal Inggris tersebut.
Herdman mengaku belum memantau lebih lanjut kedua tim, namun yang pasti kedua negara ini akan memberikan “tes yang bagus” untuk Indonesia. Dengan waktu persiapan yang singkat, menurut Herdman, Jay Idzes dan kawan-kawan harus beradaptasi dengan cepat untuk mengatasi kedua pertandingan tersebut.
“Kami belum terlalu mengenal mereka. Mereka atletis, kuat dalam transisi, dan kemungkinan bermain low block seperti banyak tim Asia. Jadi ini akan menjadi tes yang bagus karena informasi tentang mereka juga terbatas. Kami harus cepat beradaptasi dalam dua hari, seperti situasi turnamen,” ungkapnya, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Ubah Mentalitas
Pada bagian lain, Herdman mengatakan Indonesia harus mengubah mentalitas yang tidak bergantung kepada striker murni atau pemain nomor 9. Menurutnya, Indonesia membutuhkan mentalitas bahwa semua pemain bisa mencetak gol, mulai dari mereka yang berposisi bek tengah, bek sayap, hingga gelandang.
“Negara ini terus bicara soal nomor sembilan, soal striker murni. Indonesia butuh mentalitas bahwa semua pemain bisa mencetak gol. Kami harus membangun mentalitas pencetak gol,” kata Herdman, seraya menambahkan ”untuk mengubah pola pikir Indonesia tidak punya striker, semua pemain harus menanamkan pola pikir lapar mencetak gol.”
Herdman menekankan pada era sebelumnya, tim Garuda bermain “terlalu pasif” karena mengandalkan bertahan dan transisi. Pada eranya, dia membutuhkan pemain berpikir plus satu yang lebih banyak, dan gelandang serta pemain sayap yang berani menembus garis.
Dari FIFA Series 2026 dua bulan lalu yang menjadi dua laga pertamanya, ia menyebut timnya masih mempunyai pekerjaan rumah untuk memperbaiki kualitas permainan di sepertiga akhir.
Dua laga di FIFA Series 2026, Indonesia mengalahkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, lalu dikalahkan Bulgaria 0-1. “Dua pertiga lapangan sudah bagus, tetapi sepertiga akhir masih banyak kekurangan. Kami akan memperbaikinya di kamp ini,” pungkas Herdman. yes























