KARANGASEM – Perayaan Tumpek Wariga dilakukan umat Hindu di Bali setiap 210 hari, yakni pada Saniscara Kliwon Wuku Wariga. Terkait Tumpek Wariga, Sabtu (10/12/2022), dilaksanakan penanaman bibit pohon kelapa, pohon pinang, pohon nagasari dan jenis tanaman untuk kelengkapan upacara keagamaan di Pura Bhur Bhwah Swah di Desa Adat/Desa Seraya, Kecamatan/Kabupaten Karangasem.
Kegiatan diikuti Bupati Karangasem, I Gede Dana; didampingi Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, dan Ketua DPRD, I Wayan Suastika. Turut hadir Sekda I Ketut Sedana Merta, perwakilan Forkopimda, dan masyarakat Desa Adat Seraya.
Sedana Merta selaku Ketua Panitia melaporkan, tujuan penanaman pohon adalah sebagai bentuk penghormatan manusia kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, atas anugerah terkait alam semesta yang memberi kesejahteraan kepada umat manusia. Pelaksanaan perayaan Tumpek Warigamerupakan wujud pelaksanaan ajaran Tri Hita Karana, dalam konteks hubungan harmonis manusia dengan alam (tumbuh-tumbuhan). Perayaan Tumpek Wariga di Karangasem kali ini ditandai dengan ngaturang banten pengatag oleh Bupati Dana, dilanjutkan sembahyang bersama di pelataran Pura Bhur Bhwah Swah.
Bupati Dana, dalam arahannya, mengajak masyarakat lebih serius mentransformasikan spirit nilaiTumpek Wariga. Esensi perayaan adalah ungkapan rasa syukur atas berkah Ida Sang Hyang Widhi melimpahkan kesuburan alam semesta, sehingga semua tumbuhan dapat hidup dengan subur, yang berguna bagi manusia. Secara jasmaniah, manusia dapat menghirup oksigen, memanfaatkan akar, batang umbi-buah, bunga dan daun dari tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Sedangkan secara rohaniah, manusia bisa menikmati keindahan alam, kesegaran dan kebugaran, sehingga pikiran manusia cerah dan bersih, bahagia aman dan sentosa,” pungkasnya. nad























