Staryon Rilis Album “Perjaka Kasmaran”, I Bandit Bangkit dari Vakum

Staryon. Foto: ist
Staryon. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Setelah cukup lama vakum, nama I Bandit kembali hadir meramaikan blantika musik Bali. Sosok di balik nama tersebut, Staryon, memutuskan melanjutkan perjalanan bermusiknya secara solo, dengan membawa sederet karya yang selama ini tersimpan rapi di komputer pribadinya.

Pada awal tahun 2000-an, Staryon dikenal sebagai personel grup Boy n Bandit yang sukses melalui sejumlah lagu populer seperti Craiang, Perjaka, dan Salah Sasaran. Namun, kesibukan masing-masing personel membuat grup tersebut tidak lagi aktif.

Read More

“Boy n Bandit kini vakum karena masing-masing personel memiliki kesibukan di bidangnya. Ada yang bekerja di kapal pesiar dan ada yang menekuni pekerjaan freelance. Sementara saya masih memiliki ratusan lagu yang belum sempat dinikmati masyarakat,” ujar Staryon, Kamis (18/6/2026).

Pria asal Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar ini mengaku terdorong kembali berkarya, setelah melihat antusiasme masyarakat terhadap lagu-lagu lama Boy n Bandit yang masih sering didengar hingga kini. Melalui akun YouTube miliknya, Staryon kembali memperkenalkan I Bandit dengan tetap mempertahankan ciri khas musik sweet rock Bali, yang selama ini melekat pada karya-karyanya. Meski tampil solo, dia tetap mendapat dukungan dari rekan-rekan lamanya. Beberapa personel Boy n Bandit bahkan turut terlibat mengisi instrumen musik dalam sejumlah lagu baru.

Sebagai langkah awal, Staryon merilis album bertajuk Perjaka Kasmaran yang memuat sejumlah lagu, di antaranya “Craiang”, “Salah Sasaran”, “Barang Bangka”, serta beberapa karya lainnya. Selain membawakan lagu ciptaannya sendiri, ia juga akan memperkenalkan karya musisi Bali lainnya seperti Saraf dan Kara.

“Saya ingin ikut mengapresiasi perjalanan musik Bali dengan membawakan karya-karya yang menurut saya bagus dan layak didengar lebih luas,” kisahnya.

Salah satu lagu yang menjadi penanda kembalinya I Bandit adalah “Hidup Ini Indah”. Lagu tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap fenomena anak muda yang mengalami keputusasaan hingga memilih mengakhiri hidup.

Melalui lagu itu, Staryon ingin menyampaikan pesan agar generasi muda tetap memiliki harapan dan semangat menjalani kehidupan. Dengan semangat baru dan puluhan karya yang siap diperkenalkan, Staryon berharap musik Bali beraliran sweet rock tetap mendapat tempat di hati masyarakat, serta mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.