KLUNGKUNG – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menegaskan di Bali tengah terjadi kenaikan inflasi meski baru mencapai 2,52 persen. Inflasi disebabkan kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bawang, cabai, telur dan minyak goreng.
“Untuk mencegah inflasi terus meningkat, sejumlah rekomendasi disampaikan untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh TPID Klungkung,” ujar Trisno Nugroho saat rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Bupati Klungkung, Rabu (13/4/2022).
Rapat guna mengantisipasi lonjakan inflasi di bulan Ramadhan serta menjelang Idul Fitri itu juga dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.
Di hadapan Sekda Klungkung yang juga Ketua Harian TPID Kabupaten Klungkung, Gede Putu Winastra, Trisno minta dilakukan pemantauan harga dan stok komoditas pangan yang cenderung meningkat belakangan ini.
Selanjutnya bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada aksi penimbunan stok pangan. “Bentuk BUMD Pangan dan melakukan perluasan kerjasama antardaerah, baik di dalam maupun luar provinsi Bali,” sarannya.
Bupati Suwirta menambahkan, mencegah inflasi tidak cukup hanya dengan monitoring. Perlu pendekatan pasar dan mendekatkan konsumen dengan produsen.
“Inovasi Bima Juara misalnya, dapat menjadi solusi menstabilkan harga beras. Memanfaatkan panen padi lokal untuk kebutuhan pasar dengan memotong rantai distribusi,” jelasnya. baw























