Timbulkan Kerugian Negara Rp80 Juta, Ketua BUMDes Tirtasari Ditetapkan Tersangka Korupsi

  • Whatsapp
TERSANGKA Sukaraga yang diduga melakukan korupsi dana BUMDes Tirtasari, saat digiring polisi di Mapolres Buleleng. foto: rik

BULELENG – Unit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng menetapkan Gede Sukaraga (49) sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sadu Amertha Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Kerugian negara yang ditimbulkan oleh perbuatan Ketua BUMDes itu mencapai Rp80 juta lebih.

Seizin Kapolres Buleleng, KBO Reskrim Polres Buleleng, AKP Suseno, mengatakan, modus yang dilakukan tersangka yakni menggunakan nama-nama orang lain sebagai nasabah BUMDes. Awalnya, Desa Tirtasari pada tahun 2012 lalu menerima kucuran dana Rp1.020.000.000 dari Pemprov Bali dalam program Gerbang Sadu Mandara (GSM).

Bacaan Lainnya

Dana sebesar itu digunakan kegiatan simpan pinjam BUMDes sebesar Rp800 juta, dan Rp200 juta untuk pembangunan infrastruktur di desa, serta Rp20 juta untuk kegiatan operasional BUMDes Sadu Amertha Desa Tirtasari.

Sekitar pada tahun 2014 hingga tahun 2017, Sukaraga yang saat itu selaku Ketua BUMDes Desa Tirtasari melakukan pinjaman kredit menggunakan nama-nama orang lain sebanyak 6 orang untuk menjadi nasabah BUMDes yakni berinisial MS, KS, GS, LPAW, PS, dan GM.

Dana pinjaman itu kemudian cair, tapi digunakan oleh Sukaraga serta satu orang nasabah BUMDes yakni PS untuk kepentingan pribadi. “Uang yang diterima PS ini sudah dikembalikan dengan lunas, tapi uang pelunasan kredit tersebut tidak disetorkan ke kas BUMDes, namun diduga dipergunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya,” ungkap AKP Suseno, Kamis (4/3/2021).

Baca juga :  Partisipasi Warga Melalui Medsos Laporkan Banjir pada Platform Petabencana.id

Kasus ini kemudian mencuat dan mulai dilakukan penyelidikan oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng. Dari hasil penyelidikan dan hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dari Inspektorat Buleleng, diketahui akibat perbuatan tersangka ada kerugian sebesar Rp87 juta lebih.

Dari hasil pemeriksaan, Sukaraga kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Adapun barang bukti yang telah diamankan berupadokumen-dokumen terkait dengan tindak pidana korupsi (tipikor) yang diduga dilakukan oleh tersangka serta uang tunai sebesar Rp67 juta lebih dari total kerugian negara sekitar Rp87 juta lebih.

“Modus tersangka memakai nama orang lain untuk menjadi nasabah BUMDes. Saat pinjaman itu cair, uang itu dipergunakan oleh Ketua BUMDes untuk kepentingannya sendiri. Selain itu, tersangka juga tidak menyetorkan dana pelunasan kredit dari salah satu nasabah ke kas BUMDes,” ujar AKP Suseno.

Tersangka Sukaraga tak menampik jika dirinya memakai nama orang lain untuk meminjam uang di BUMDes. Dia beralasan saat itu dirinya dalam kondisi sakit. Hanya saja dia menegaskan, jika BUMDes yang dikelolanya itu tidak mengalami kerugian.

“Saat itu saya sedang sakit, ya jadi saya pakai (nama orang lain) tapi prosedurnya semua sudah benar. Silahkan cek langsung, BUMDes Tirtasari tidak merugi kok, malah untung sampai sekarang,” ujar tersangka.

Akibat perbuatannya, Sukaraga terancam dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI No. 3 Tahun 1999 Jo UU RI No. 20 Tahun 2001 Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 Jo UU RI No. 20 Tahun 2001 Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.