DENPASAR – Setelah terbitnya surat izin dari Dinas Pendidikan Kepemudaan Olahraga Kota Denpasar, SMP PGRI 3 Denpasar secara perdana menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Jumat (1/10/2021). Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, menyatakan seluruh berkas yang diajukan SMP PGRI 3 Denpasar telah lengkap dan lolos verifikasi. Wiratama juga menyampaikan Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara direncanakan meninjau secara langsung pembukaan PTM Terbatas di SMP PGRI 3 Denpasar.
Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Made Suada, menerangkan pembukaan sekolah dalam rangka pembelajaran tatap muka dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan cermat agar tidak berakibat buruk menimbulkan klaster penularan virus. Menurut Made Suada, kesehatan dan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik merupakan prioritas utama di masa pandemi.
‘’Walaupun animo siswa dan orang tua siswa sangat tinggi dilihat dari 99 persen jumlah orang tua yang menyetujui anaknya mengikuti PTM Terbatas, kami tetap secara bertahap akan mengalokasikan jumlah siswa yang mengikuti PTM Terbatas,’’ jelas Made Suada, Kamis (30/9/2021).
Beragam protokol kesehatan diterapkan kepada warga sekolah. Bagi siswa dan guru serta tenaga kependidikan yang tetangga sekitar rumahnya terkonfirmasi positif Covid-19 atau sedang menjalani isolasi, mereka tidak diizinkan mengikuti PTM Terbatas. Secara hybrid PTM diterapkan di SMP PGRI 3 Denpasar. Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti PTM karena sakit ataupun belum diizinkan oleh orang tuanya akan diakomodir mengikuti pembelajaran secara daring via zoom meeting.
‘’Kami mohon doa restu seluruh masyarakat agar PTM di sekolah kami dapat berjalan lancar demi terlaksananya pendidikan yang efektif dan optimal,” harap Made Suada memungkasi. tra























