Mengawali PTM Terbatas, Siswa Jangan Langsung Diberi Pelajaran Berat

SIMULASI PTM yang diikuti siswa SMP PGRI 3 Denpasar. Foto: ist
SIMULASI PTM yang diikuti siswa SMP PGRI 3 Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong terselenggaranya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dapat dilakukan secara dinamis. Pemkot Denpasar akan memulai melaksanakan PTM Terbatas pada jenjang PAUD/TK hingga SMP mulai, Jumat (1/10/2021).

Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, mengingatkan, para guru untuk tidak mengejar ketertinggalam materi sekaligus pada awal pelaksanaan PTM Terbatas. Dia berharap materi pembelajaran tak langsung diberikan secara berlebihan kepada peserta didik pada awal pelaksanaan PTM Terbatas.

Read More

Suarya meminta, agar pada masa awal PTM Terbatas satuan pendidikan harus menitikberatkan pembelajaran pada perbaikan kondisi psikologi dan sosial peserta didik. Pasalnya, selama pandemi Covid-19 peserta didik mengalami kejenuhan dan tantangan baru dalam melakukan pembelajaran.

“Cek dulu secara psikologis, beri motivasi tentang kesehatan. Pastikan anak-anak kita mematuhi protokol kesehatan. Jangan baru masuk sudah pelajaran yang berat-berat dengan setumpuk tugas, bukan membuat anak-anak gembira sekolah, tapi bisa membuat mereka (siswa) stres,” kata Suarya, Kamis (30/9/2021).

Menurut Suarya, membangun karakter dan kesenangan anak akan sekolah di awal pembukaan sekolah bertujuan agar mental anak-anak yang baru saja kembali ke ruang belajar tatap muka siap. Terlebih siswa yang saat ini tercatat sebagai peserta didik di PAUD/TK, kelas 1 dan 2 SD, atau kelas VII dan VIII SMP, yang selama pandemi Covid-19 belum pernah mengenal lingkungan sekolah, guru dan teman-temannya.

Kemudian, Suarya juga mengingatkan agar mereka memastikan untuk jangan sampai terjadi diskriminasi pada anak yang masih memilih untuk belajar dari rumah, baik terkait materi pelajaran atapun dalam pemberian nilai. Mengingat dalam pelaksanaan PTM Terbatas ini, pemerintah memberi dua opsi bagi peserta didik, yaitu opsi PTM dan opsi PJJ.

Dia mengatakan, saat PTM Terbatas berlangsung siswa cukup diberikan materi-materi yang esensial, apalagi jika melihat sebagian besar waktu belajar siswa adalah di rumah. ‘’Karena seminggu hanya dua atau tiga hari PTM Terbatas di sekolah, sisanya di rumah PJJ,’’ kata Suarya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah pemerintah dengan mendorong PTM Terbatas ini sebagai jalan tengah atas kondisi pendidikan. Pasalnya, selain terancam kehilangan kesempatan belajar, kesenjangan antara siswa yang memiliki akses PJJ dan yang tidak akan memperparah dunia pendidikan. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.