TABANAN – Empat pendaki yang tersesat di Gunung Sanghyang, Tabanan, pada Minggu (21/3/2021) malam, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka ditemukan sekitar pukul 10.52 Wita, dan dievakuasi Banjar Gunungsari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, sekitar pukul 12.37, Senin (22/3/2021).
Para pendaki itu adalah warga dari Kabupaten Badung dan Denpasar. Masing-masing AA Istri Anom Eka Juni (39), Ni Ketut Sumariani (40), Ninik (40), dan Dek Dus (40). Upaya pencarian dilakukan setelah ada laporan terkait orang tersesat di lereng Gunung Sanghyang.
Tim Basarnas Bali pun segera bergerak menuju ke lokasi. Pencarian juga melibatkan unsur dari Polsek Penebel, BPBD Tabanan, serta beberapa warga setempat sebagai pemandu jalan. “Kami menerima laporan kejadian itu pada malam sekitar pukul 21.30 Wita dari Ibu Sang Ayu,” ujar Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, dalam siaran pers, Senin (22/3/2021).
Pada hari itu, Minggu (21/3/2021), rombongan pendaki sebanyak 13 orang, berangkat sekitar pukul 09.00. Seperti yang diceritakan beberapa orang dalam rombongan tersebut, saat dalam perjalanan kembali dari pendakian, empat orang di antaranya terpisah dan tersesat.
“Pada pukul 21.30, satu orang orang melapor ke Basarnas Bali, yang mengatakan bahwa dirinya tersesat dan tidak mengetahui arah jalan turun,” ujarnya.
Dalam upaya pencarian pada tengah malam, tim akhirnya berhasil menemukan keberadaan keempat pendaki yang tersesat itu, sekitar pukul 10.52 Wita. “Mereka kemudian dievakuasi turun dari Gunung Sanghyang. Tiba di Banjar Gunungsari, Desa Jatiluwuh, Kecamatan Penebel, sekitar pukul 12.37, dan selanjutnya dibawa menuju ke Polsek Penebel. Mereka pun dipastikan dalam kondisi sehat setelah tersesat. Selanjutnya, mereka pun dibolehkan pulang. gap
























