Terkini, Pasien Covid-19 yang Sembuh di Bali Tembus 90 Persen Lebih

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, Jumat (30/10/2020), terjadi lonjakan pasien sembuh sebanyak 108 orang, jauh di atas kasus terkonfirmasi positif yang berjumlah 65 orang atau berselisih 43 orang.

Dibandingkan dengan sehari sebelumnya Kamis (29/10/2020), ada peningkatkan pasien sembuh sebanyak 52 orang. Tambahan 108 orang ini mengangkat persentase tingkat kesembuhan pasien covid-19 hingga tembus 90 persen lebih dari jumlah kasus terkonfirmasi sekaligus merupakan rekor tertinggi dalam dua bulan terakhir ini.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data harian yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Jumat (30/10/2020), delapan kabupaten/kota melaporkan pasien sembuh, dimana Kabupaten Gianyar mencatatkan jumlah terbanyak 40 orang. Disusul Badung dan Denpasar sama-sama 16 orang, Bangli (10), Klungkung (10), Tabanan (7), Buleleng (7) dan Jembrana 2 orang.

”Total pasien sembuh di Bali, kini berjumlah 10.561 orang (90,17%) dengan rincian 10.535 WNI dan 26 WNA,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Jumat (30/10/2020).

Di sisi lain, kasus terkonfirmasi positif bertambh 65 orang melalui transmisi lokal yang dilaporkan seluruh kabupaten/kota di Bali. Kabupaten Badung menjadi menyumbang terbanyak 17 orang, disusul Denpasar (13), Tabanan (9), Gianyar (7), Buleleng (6), Jembrana (5), Klungkung (5), Bangli (2) dan Karangasem 1 orang.

Baca juga :  Tokoh Agama Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada Badung 2020

”Dengan demikian, secara kumulatif sampai hari ini, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 11.712 orang (11.683 WNI dan 29 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 11.315 kasus,” jelas Rentin.

Rentin juga menyampaikan kabar duka, dimana Jumat (30/10/2020) terjadi tambahan 3 pasien meninggal dunia dari Denpasar, Gianyar dan Karangasem masing-masing 1 orang. ”Sampai hari ini, pasien positif covid-19 yang meninggal dunia di Bali berjumlah 385 orang (3,29%) dengan rincian 383 WNI dan 2 WNA,” imbuh Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu.

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali berkurang 46 orang, menjadi 766 orang (6,54%) dengan rincian 765 WNI dan 1 WNA, yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Dari jumlah itu, kini Kabupaten Bangli memiliki pasien paling sedikit dalam perawatan sebanyak 27 orang, berkurang 8 orang dari sehari sebelumnya yang berjumlah 35 orang. Sementara pasien dalam perawatan terbanyak terjadi di Kota Denpasar 178 orang, disusul Badung (174), Gianyar (134), Tabanan (63), Klungkung (55), Jembrana (46), Karangasem (44) dan Buleleng (42).

Kabar baik juga berhembus dari perkembangan pandemi covid-19 nasional, dimana jumlah pasien sembuh kembali lebih banyak dari tambahan kasus positif baru. Bahkan, kali ini pasien sembuh sebanyak 4.517 orang atau berselisih 1.620 orang dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 2.897 orang. Sedangkan kasus meninggal berjumlah 81 orang yang dilaporkan 19 provinsi.

Baca juga :  Dilantik Presiden, Raka Sandi Resmi Komisioner KPU RI

Meski kali ini pasien sembuh jauh lebih banyak dari tambahan kasus positif baru, Rentin tak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian dan menjaga jarak.

Ia menambahkan, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan sebesar Rp100.000 bagi pelanggar perorangan dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha serta tempat fasilitas umum lainnya.

Rentin juga menegaskan, bahwa upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Selain itu, untuk memutus rantai penularan Covid-19, maka keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.

”Mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” ajaknya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.