Tayangkan Raker Via Medsos untuk Pertanggungjawaban Publik, Wandhira Klaim Beroleh Banyak Masukan

  • Whatsapp
MARIYANA Wandhira dalam tangkapan layar saat menayangkan siaran langsung melalui akun medsos Facebook miliknya. Foto: hen
MARIYANA Wandhira dalam tangkapan layar saat menayangkan siaran langsung melalui akun medsos Facebook miliknya. Foto: hen

DENPASAR – Wakil Ketua DPRD Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, ternyata punya kebiasaan menayangkan setiap rapat kerjanya (raker) dengan eksekutif via akun media sosial (medsos) Facebook miliknya. Selain bisa menonton, siapapun bisa menyimak apa yang dibahas dalam rapat tersebut. Apa tujuannya bergaya semacam narsis begitu? “Itu bagian dari pertanggungjawaban saya sebagai wakil rakyat kepada publik,” katanya saat dimintai komentar, Senin (19/4/2021).

Wandhira menuturkan, dia ingin publik bisa mengetahui bagaimana proses suatu kebijakan publik dibuat. Mungkin tidak semua masyarakat mau ke kantor DPRD Denpasar, tapi bagi yang mau tapi tidak bisa datang, mereka tetap dapat memonitor rapat kerja dengan eksekutif itu melalui layar gawai mereka. Apalagi saat ini, katanya, nyaris semua orang punya akun medsos. “Tujuannya yasupaya publik tahu bahwa anggota Dewan itu benar-benar bekerja, rapat sampai berjam-jam,” ucap Ketua DPD Partai Golkar Denpasar tersebut.

Bacaan Lainnya

Kemudian, sambungnya, dengan ditonton secara langsung itu, publik bisa menilai apakah argumen yang diajukan ke eksekutif itu berbasis data, sesuai aturan, atau hanya ngawur saja. Selain itu, masyarakat juga bisa melihat pokok bahasan antara legislatif dan eksekutif dalam memperjuangkan kepentingan publik.

Baca juga :  Kemenparekraf Siap Revitalisasi Toilet di Goa Lawah

“Siapa tahu ada yang mengikuti, minimal dari yang berteman dengan saya di Facebook, mereka bisa menyampaikan masukan melalui akun Facebook saya. Kalau bahasannya menyangkut kepentingan mereka, tentu ada diskusi juga secara live (langsung),” terangnya.

Dengan strategi komunikasi politik seperti itu, Wandhira berharap publik bisa lebih memahami bahwa menjadi anggota parlemen tidak sekadar datang, duduk, dan duit saja. Legislator itu benar-benar membahas apa yang harus publik tahu dan peroleh, dan masyarakat bisa aktif memberi masukan ke dewan. Dari tayangan secara langsung itu pula, jelasnya, bisa terdeteksi mana wakil rakyat serius memperjuangkan hak rakyat, dan mana yang tidak.

“Ini juga bagian edukasi politik untuk masyarakat agar mereka lebih selektif memiliki anggota Dewan. Jangan sekada pilih saja, habis itu menyesal jika ternyata tidak sesuai harapan,” kelakarnya. “Kalau saya jelas siap bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan saat rapat,” imbuh mantan atlet pencak silat nasional tersebut.

Disinggung respons masyarakat atas gaya komunikasinya lewat medsos itu, Wandhira mengklaim mendapat sejumlah masukan. Baik secara virtual maupun masyarakat yang datang ke rumahnya langsung. Salah satu topik yang dianggap penting adalah mengenai tata ruang, karena itu berkaitan dengan daerah mana bisa dibuka dan daerah mana tetap menjadi ruang terbuka hijau.

“Tata ruang ini sangat penting dan strategis. Sebab, jika ada pihak ingin investasi, jangan sampai nanti mereka membeli atau mengontrak lahan di jalur hijau misalnya. Artinya, apa pembahasan kami bersama eksekutif diperhatikan dan bermanfaat untuk publik,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.