Dispusar Gianyar Perkuat Tata Kelola Kearsipan Perangkat Daerah

BIMTEK Pengelolaan Arsip Dinamis, Selasa (6/10/2026) di Ballrom Sabha Praja MPP Kabupaten Gianyar. Foto: ist
BIMTEK Pengelolaan Arsip Dinamis, Selasa (6/10/2026) di Ballrom Sabha Praja MPP Kabupaten Gianyar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Arsip mungkin hanya terlihat sebagai tumpukan dokumen yang tersimpan rapi di ruang kerja. Namun, di balik setiap berkas tersimpan jejak perjalanan organisasi, dasar pengambilan keputusan, hingga bukti pertanggungjawaban pemerintah.

Terkait pentingnya hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusar) Kabupaten Gianyar menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Dinamis, Selasa (6/10/2026) di Ballrom Sabha Praja MPP Kabupaten Gianyar. Bimtek ini untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam mengelola arsip dinamis, baik arsip aktif maupun arsip inaktif, agar semakin tertib, sistematis, dan sesuai ketentuan.

Read More

Sekretaris Dispusar Kabupaten Gianyar, I Nyoman Bidi Sastra Sedana, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi peserta, agar lebih optimal dalam melaksanakan tugas di unit kearsipan di masing-masing perangkat daerah. Bimtek diikuti 125 peserta yang merupakan arsiparis dan pengelola arsip di lingkungan perangkat daerah Kabupaten Gianyar. Untuk memperkuat pemahaman peserta, Dispusar menghadirkan Arsiparis Ahli Madya di Bagian Kearsipan Biro Umum Setda Provinsi Bali, yakni Alit Arya Subaga, dan I Nyoman Widiarta, sebagai narasumber.

Mewakili Sekda Gianyar, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gianyar, Ni Made Mirnawati, menambahkan, kehadiran peserta merupakan bentuk komitmen dan keseriusan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip dinamis di perangkat daerah masing-masing. Menurutnya, arsip merupakan memori kolektif organisasi, sekaligus bukti akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Karena itu, pengelolaan arsip memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran administrasi, proses pengambilan keputusan, hingga memberikan perlindungan hukum.

Di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin cepat dan berbasis digital, Mirnawati mengakui pengelolaan kearsipan masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari keterbatasan pemahaman sumber daya manusia hingga proses peralihan dari pengelolaan arsip konvensional menuju sistem kearsipan digital.

Karena itu, melalui bimtek tersebut peserta diharapkan tidak hanya memahami pentingnya arsip, tetapi juga menguasai instrumen kearsipan secara lebih komprehensif, di antaranya tata naskah dinas, klasifikasi arsip, Jadwal Retensi Arsip (JRA), serta Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis (SKKAAD).

“Seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan serius, aktif dan sungguh-sungguh. Serap ilmu yang disampaikan narasumber, kemudian aplikasikan di unit kerja masing-masing,” pungkasnya. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.