POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Mengantisipasi kemungkinan kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober 2026 atau bahkan lebih lama, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar memfasilitasi usulan pengadaan bantuan mesin pompa air. Bantuan tersebut diharap mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian yang mengalami penurunan debit irigasi.
Saat ini, kondisi debit air irigasi di sejumlah wilayah mulai menurun. Meski demikian, distribusi air masih dilakukan secara bergilir sehingga kebutuhan air petani tetap dapat dilayani secara merata.
Sekretaris Dinas Pertanian Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Prasasti, Selasa (6/10/2026), mengaku tengah melakukan pendataan dan menyiapkan usulan kegiatan Irigasi Perpompaan Tahun Anggaran 2026. Usulan tersebut diajukan melalui mekanisme yang ditetapkan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian RI. “Ini masih pendataan. Secara umum belum terdapat lahan kritis di Gianyar, namun irigasi yang mengalami debit mengecil berada di wilayah selatan Gianyar,” jelas Dibya.
Dalam proses tersebut, urainya, Dinas Pertanian melakukan identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), inventarisasi sumber air, verifikasi kondisi lapangan, serta berkoordinasi dengan kelompok tani dan penyuluh pertanian. Calon lokasi diarahkan pada lahan pertanian yang memiliki potensi dan membutuhkan dukungan penyediaan air serta memenuhi persyaratan teknis dan kelembagaan. Pengadaan bantuan ini mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Nomor 327/Kpts/SR.120/J/02/2026 tentang Petunjuk Teknis Irigasi Perpompaan Tahun Anggaran 2026.
Menurut Dibya, irigasi perpompaan diharap dapat meningkatkan ketersediaan air sebagai suplai bagi lahan pertanian. Dengan demikian, produktivitas lahan tetap terjaga meskipun menghadapi kondisi kemarau. “Pengadaan bantuan ini untuk mendukung peningkatan intensitas pertanaman, termasuk untuk komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan,” ungkapnya.
Untuk sumber air, ulasnya, penerima bantuan nantinya dapat memanfaatkan sungai, danau, mata air maupun sumber air lainnya. Air kemudian dialirkan menggunakan pompa dan jaringan distribusi sesuai kebutuhan serta kondisi teknis di lapangan. Dibya menegaskan, usulan bantuan tersebut belum berarti penetapan penerima. Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari verifikasi, validasi hingga pengajuan sesuai mekanisme Kementerian Pertanian.
“Usulan yang disiapkan bukan merupakan penetapan bantuan, tetapi akan mengikuti tahapan verifikasi, validasi, pengajuan dan mekanisme yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian,” bebernya.
Untuk diketahui, pada tahun sebelumnya Dinas Pertanian Gianyar memperoleh bantuan dua unit mesin pompa air, yang selanjutnya didistribusikan kepada penerima manfaat. Upaya tersebut diharap dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air, menjaga lahan pertanian tetap produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Gianyar. adi
























