Piala Soeratin U17 Putaran Nasional 2026: Bantai Persiba Bantul, Perseden Denpasar Jaga Asa

PENYERANG Tim U17 Perseden Denpasar, Kadek Arta Wiguna (tengah) melakukan selebrasi bersama kapten tim Putu Michael MacGregor (kanan) dan Anak Agung Ketut Alit Dika Dyaksa Putra (kiri) setelah mencetak gol ke gawang Tim U17 Persiba Bantul, pada laga matchday kedua Zona 4 Piala Soeratin U17 Putaran Nasional 2026, di Lapangan THOR, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Tim U17 Perseden Denpasar, langsung bangkit dari kekalahan pertamanya, setelah membantai Tim U17 Persiba Bantul, DIY dengan skor telak 7-1, pada matchday kedua Zona 4 Piala Soeratin U17 Putaran Nasional 2026, di Lapangan THOR, Kota Surabaya, Jawa Timur Senin (5/10/2026).

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim U17 Perseden dalam pertandingan pertamanya Sabtu (3/10), terpaksa harus mengakui keunggulan Tim U17 PSCS Cilacap, Jawa Tengan dengan skor 0-2. PSCS sendiri dalam pertandingan keduanya -setelah laga Perseden vs Persiba Bantul, sukses menahan tuan rumah Tim U17 Persebaya Surabaya dengan skor 1-1.

Read More

Meski gagal menang, Persebaya masih memimpin Zona 4 dengan nilai 4, sama dengan poin PSCS, namun Grand Force muda unggul produktivitas gol berkat kemenangannya atas Persiba Bantul dengan skor 5-1 (lihat klasemen sementara Zona 4 di bawah, -red).

Di sisi lain, Perseden sendiri dengan kemenangan atas Persiba Bantul, juga menjaga asa mereka berebut satu tiket lolos ke babak selenjutnya, dengan syarat wajib mengalahkan Persebaya dalam pertandingan terakhirnya Rabu (7/10/2026) besok dan dengan catatan PSCS tidak menang melawan Persiba Bantul.

Jalannya Pertandingan
Menghadapi Persiba Bantul yang berlangsung siang hari pukul 14.00 WITA, Pelatih Kepala Perseden I Wayan Metra ”Mick” Jaya mengistirahatkan sang kapten Made Yasa Darmawan karena tidak dalam kondiisi terbaiknya. Sementara, Penyerang I Putu Michael MacGregor, dipercaya sebagai kapten Perseden.

Begitu peluit kicik off ditiup Wasit Agil Hardiana dari Kabupaten Cilacap, Laskar Catur Muka muda langsung menekan jantung pertahanan lawan. Hasilnya? baru saja pertandingan berjalan 13 menit, striker Kadek Arta Wiguna sudah berhasil mengoyak gawang Persiba Bantul yang dijaga kiper Farrel Rasyidan Akbar.

Namun gol Kadek Arta hanya bertahan 6 menit, setelah Persiba Bantul langsung memberikan respon cepat menyamakan kedudukan 1-1, setelah penyerang sayap Ghaisan Nur Ikhram behasil menaklukkan kiper Perseden I Nyoman Bagus Laksana Antika pada menit 19.

Setelah kecolongan satu gol, anak-anak Denpasar langsung bangkit dan kembali fokus menyerang, hingga akhirnya gelandang serang I Gede Devayana Seri Mahendra kembali membawa timnya unggul 2-1 di menit ke-29. Bahkan dua menit berselang, Devayana kembali membuat gol keduanya pada menit 31.

Unggul 3-1 membuat Perseden tampil lebih nyaman, namun tidak mengendurkan tekanannya ke garis pertahanan lawan. Perseden pun berhasil membuat gol keempanya yang dicetak I Nyoman Restu Widiantara di menit ke-38 sekaligus menutup laga babak pertama dengan keunggulan 4-1.

Di babak kedua, Persiba Bantul mengubah taktik dengan tampil lebih menekan. Namun taktik tim besutan Pelatih Endro Wibowo itu, justru jadi bumenang, karena Perseden justru banyak punya opsi melakukan serangan.

Perseden justru mampu menambah golnya di menit ke-68 dari titik penalti. Wasit Agil terpaksa menunjuk titik putih setelah pemain Perseden diganjal pemain belakang Persiba Bantul yang terlambat melakukan transisi.

Striker I Putu Gia Artha Utama yang menjadi algojo, sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Kemudian sontekan sang kapten Putu Michael MacGregor yang melakukan solo run, kembali menambah keunggulan Perseden menjadi 6-1 pada menit ke-81.

Unggul jauh membuat coach Metra Jaya melakukan rotasi, bahkan menghabiskan 7 jatah pergantian timnya. Tujuannya sudah pasti memberikan kesempatan semua pemainya menambah menit bermain, selain mengantipasi cedera.

Meski demikian, Perseden berhasil menambah satu gol lagi dari titik putih pada menit 90+4, setelah pemain belakang Persiba Bantul melakukan pelanggaran keras di kotak terlarang. Gelandang pengganti Gede Rama Pramudya sukses mengeksekusi penalti itu, sekaligus memaksa kiper Farrel untuk ketujuh kalinya memungut bola dari sarangnya.

Usai laga tersebut, Coach Metra Jaya mengaku cukup puas dengan kinerja timnya. ”Anak-anak sudah menjalankan intruksi dengan baik dari hasil evaluasi pertandingan pertama, terutama masalah finishing dan kekurangan lainnya,” ungkapnya.

Kemenangan telak ini, tambah dia, diharapkan bisa meningkatkan mental para pemainnya dalam menghadapi pertandingan ketiga melawan tuan rumah Persebaya Surabaya. ”Mudah-mudahan saja di pertandingan ketiga nanti, anak-anak kembali bisa tampil dalam performa terbaiknya dan menjalankan intruksi dengan baik,” pungkas Coach Metra Jaya. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.