POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Untuk menangkal kenakalan remaja yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan para pelajar diminta untuk lebih memahami makna dari wawasan kebangsaan terutama di era digitalisasi seperti saat sekarang ini. Hal itu disampaikan Anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Denpasar, Anak Agung Sagung Anie Asmoro, saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pembentukan Karakter Bangsa di SMP PGRI 9 Denpasar, Kamis (31/7/2025).
Dalam kegiatan itu, Anie Asmoro, mengatakan, penyebab kenakalan remaja itu datang dari berbagai faktor seperti faktor kepribadian, faktor lingkungan keluarga, faktor identitas dan faktor kesenjangan sosial ekonomi. ‘’Karena itu pelajar sangat perlu memahami makna wawasan kebangsaan agar terhindar dari kenakalan remaja apalagi bagi anak-anak sekolah menengah pertama yang saat ini dalam akil balik agar dapat menahan diri dari perbuatan yang melanggar hukum dan norma,’’ ungkap Anie Asmoro.
Hal itu menurutnya bertujuan agar terwujudnya bangsa yang rukun, kuat, bersatu,berdaya saing tinggi sejahtera dan menjaga sejarah kebangsaan dan Tanah Air Indonesia dalam era digitalisasi saat ini. Maka solusinya adalah harus menumbuhkan rasa cinta Tanah Air. ‘’Bahwa Tanah Air Indonesia itu luas, budaya dan suku Indonesia banyak dan agama berbeda-berbeda tapi tetap mengajarkan kebaikan dan mencintai bangsa,yaitu dengan saling harga menghargai satu sama yang lain atau hidup dalam bertoleransi,’’ ujarnya.
Anie Asmoro juga berpesan agar para pelajar lebih selektif dalam berteman di lingkungan agar tidak terpengaruh dengan perilaku melanggar ajaran agama dan peraturan hukum yang ada di NKRI agar bisa selamat dan bisa sukses di era digitalisasi sekarang ini.
Pada kesempatan tersebut, Plt. Kabid Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar, Kadek Sapta Budiarta, SIP., MAP., menekankan pentingnya disiplin sebagai kunci utama dalam meraih kesuksesan, baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terprovokasi dalam pergaulan, terutama dalam hal yang dapat merusak masa depan, seperti perkelahian antar pelajar. Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak mencerminkan jiwa pelajar yang berpendidikan dan berkarakter.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jangan sampai terjebak dalam pergaulan yang salah. Jadilah pelajar yang berprestasi dan membanggakan orang tua serta sekolah,” tambahnya. tra
























