Tangani Siswa SMP Tak Bisa Baca, FIP Undiksha Bentuk Tim

FAKULTAS Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha membentuk tim untuk ikut serta dalam menangani permasalahan siswa tingkat SMP di Kabupaten Buleleng yang masih belum bisa atau belum lancar membaca. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha membentuk tim untuk ikut serta dalam menangani permasalahan siswa tingkat SMP di Kabupaten Buleleng yang masih belum bisa atau belum lancar membaca.

Dekan FIP Undiksha, Prof I Wayan Widiana, mengatakan, sebagai fakultas bidang pendidikan pihaknya mengaku terpanggil untuk menyelesaikan permasalahan siswa/Siswi SMP di Kabupaten Buleleng yang belum bisa atau lancar membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Bacaan Lainnya

Kata dia, sebagai langkah awal, pihaknya sudah membentuk tim pendamping intervensi klinis calistung yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. “Targetnya tentu percepatan peningkatan kemampuan siswa dalam calistung,” jelasnya.

Terkait sistem di lapangan, Prof Widiana menerangkan bahwa tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan dinas terkait sebelum melakukan pengecekan ke sekolah untuk kebutuhan pendampingan siswa. “Jadi setelah berkoordinasi dan disetujui, maka akan ada satu dosen sekaligus lima sampai tujuh mahasiswa yang ditugaskan di setiap sekolah yang membutuhkan,” imbuhnya.

Disinggung terkait banyaknya siswa/siswi yang belum bisa atau tidak lancar calistung lantaran menderita disleksia, Prof Widiana mengaku sudah memiliki cara khusus yang akan diterapkan oleh tim yang dibentuk. “Ada cara khusus menangani disleksia dan itu sudah termasuk dalam pendampingan yang akan dilakukan tim kami,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 363 siswa SMP dari kelas VII hingga IX mengalami gangguan membaca. Rinciannya 155 siswa tergolong Tidak Bisa Membaca (TMB) dan 208 siswa Tidak Lancar Membaca (TLM).

Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mengatakan, gangguan belajar ini, banyak disebabkan karena rendahnya motivasi belajar dan persoalan dalam keluarga. “Ditambah dampak pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 juga turut mempengaruhi,” jelasnya.

Pihaknya mengaku udah berkoordinasi dengan kepala sekolah agar memberikan pembelajaran tambahan membaca dan menulis secara intensif kepada ratusan siswa tersebut. “Kami komunikasi dengan kepsek bagaimana melakukan pendampingan, diberi pembelajaran lebih intens,” pungkas Ariadi. edy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses