POSMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Serangkaian memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2025 yang jatuh setiap tanggal 26 April, ratusan siswa termasuk guru-guru SDN Jumpai, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, menggelar kegiatan simulasi gempa bumi.
Simulasi diikuti 200 orang dari unsur siswa, guru dan perwakilan masyarakat desa. Kegiatan yang sudah berlangsung Sabtu (16/4/2025) lalu, digelar Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare Association), berkolaborasi dengan Pemerintahan Desa Jumpai yang didukung penuh oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW).
Kegiatan ini semakin bermakna dengan hadirnya Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Made Rentin, yang memberikan sambutan hangat sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, Rentin menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, dunia pendidikan, dan pemerintah dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana.
Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak SD bisa memahami juga pentingnya persiapan sejak dini, menghadapi bencana alam seperti gempa bumi.
Letak geografis Desa Jumpai yang berada di wilayah pesisir merupakan faktor risiko utama yang memerlukan intervensi dalam membangun kesiapsiagaan. Pemerintah Desa Jumpai sendiri dengan sangat terbuka dan aktif mendukung pelaksanaan program ini sehingga program ini dapat berjalan dengan baik dengan harapan
program ini akan berlanjut di masa yang akan datang.
Kegiatan simulasi ini merupakan bagian dari kampanye edukasi sekolah yang telah dilakukan sejak bulan Januari di sekolah ini. Para siswa diberikan informasi-informasi mengenai kesiapisiagaan bencana dan kesejahteraan hewan, yang diharapkan mampu dipahami dan dipraktekkan oleh para siswa.
Materi-materi seperti jenis bencana, tas siaga, apa yang harus dflakukan jika bencana terjadi hingga membuat peta evakuasi mandiri dikemas dengan atraktif dan menarik untuk para siswa. Para siswa secara aktif dalam mengikuti setiap sesi yang diberikan dan silih berganti menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana dan kesejahteraan hewan.

Selain itu, para siswa mendapatkan buku aktivitas anak yang berisi informasi dan permainan-permainan interaktif yang bertujuan untuk membangun kesadaran para siswa. Pelaksanaan simulasi ini diharapkan memberikan bekal ilmu bagi seluruh elemen yang ada di sekolah dan secara tidak langsung akan memberikan dampak ke desa.
Kegiatan simulasi ini merupakan bagian dari membangun ketangguhan masyarakat untuk seluruh elemennya, dimana sebelumnya program juga sudah berproses dengan masyarakat termasuk kelompok perempuan, remaja serta lanjut usia dan saat ini melanjutkan berproses dengan anak-anak sekolah yang termasuk kelompok rentan dalam situasi darurat.
Kolaborasi para pihak ini menunjukkan sinergi yang efektif untuk membangun ketangguhan masyarakat, dimana program ini merupakan bagian komitmen dari Yayasan BAWA dengan dukungan dari IFAW untuk pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat termasuk anak usia sekolah terkait pengurangan risiko bencana.
Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan hari khusus yang dinamakan Hari Kesiapsiagaan Bencana atau disingkat HKB yang jatuh pada tanggal 26 April setiap tahunnya. Peringatan HKB ini adalah inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang bertujuan untuk mengajak semua pihak meluangkan waktu satu hari untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara serentak.
Dengan adanya Hari Kesiapsiagaan Bencana, diharapkan dapat membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia tangguh bencana. yes
























