POSMERDEKA.COM, BULELENG – Para guru di Kabupaten Buleleng diminta bijak dalam mengunakan media sosial atau medsos. Para pengajar diharapkan tidak mengutamakan membuat konten untuk mencari cuan lewat Facebook Profesional (FB Pro) dan TikTok.
Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, I Made Sedana, mengatakan, saat ini banyak guru yang membuat konten TikTok maupun FB Pro di dalam kelas. Sedana pun mengingatkan para guru agar bijak dan tidak melakukan hal itu di jam kerja.
“Kita juga telah sampaikan kepada Disdikpora Buleleng. Upload konten di media sosial memang bisa mendapat uang. Tapi ingat, profesi guru adalah profesi mulia. Jangan sampai kebablasan,” kata Sedana, Minggu (27/4/2025).
Dijelaskan, dengan membuat konten di TikTok maupun FB Pro, Sedana yakin konsentrasi guru dalam menangani dan mendidik siswa akan berkurang. “Jadi para guru tidak berpikir besok akan selesaikan materi apa. Melainkan memikirkan konten dulu,” terang Sedana.
Dia pun berharap para guru agar bekerja dengan profesional. Terlebih saat ini masih banyak siswa SMP di Buleleng yang belum mampu membaca dan menulis. “Layanan di dunia pendidikan harus dibenahi. Pendidikan itu urusan kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kadisdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, juga tidak memungkiri di zaman digital ini banyak guru yang membuat konten di media sosial. Ia pun berjanji akan memberikan penegasan kepada guru agar bijak memanfaatkan media sosial. “Harus paham mana yang boleh, dan mana yang tidak boleh,” tandasnya. edy























