Taman Safari Masih Sepi Pengunjung, Kebijakan Tes PCR Diharap Ditinjau

  • Whatsapp
MANAJEMEN Bali Safari and Marine Park memberi keterangan kepada awak media. Foto: adi

GIANYAR – Bali Safari and Marine Park dibuka kembali sejak 11 September 2021 lalu, dan jumlah kunjungan setiap harinya cukup menggembirakan. Namun, kebijakan pemerintah yang mewajibkan PCR bagi penumpang rute Jawa-Bali diharap bisa ditinjau kembali, karena dinilai memberatkan masyarakat yang hendak melancong ke Bali.

Hal itu diungkapkan General Manager Bali Safari and Marine Park, Jennifer Suryadi, Senin (25/10/2021). Dia menguraikan, setelah dibuka, jumlah kunjungan ke rerata 100 hingga 200 orang per hari. Jika akhir pekan dan tanggal merah bisa meningkat dua kali lipat, dengan didominasi wisatawan domestik.

Bacaan Lainnya

Hanya, jumlah kunjungan tersebut jauh dari jumlah kunjungan saat situasi masih normal yang mencapai 1.500 hingga 2.000 orang. “Kapasitas kami maksimal 5.000 orang, kunjungan normal sebelum pandemi 1.500 sampai 2.000 orang. Jadi, dengan angka kunjungan sekarang baru sekitar 10 persen,” ucapnya.

Dibukanya penerbangan internasional membuat dia makin yakin kunjungan ke Bali Safari akan kembali normal. Penawaran harga spesial bagi pengunjung juga ditawarkan. Sayang, harapan itu tidak bersemi lama gegara ada kebijakan penumpang pesawat intra Jawa-Bali harus mengantongi hasil negatif tes PCR negatif.

“Kebijakan ini membuat kunjungan berkurang 5 sampai 10 persen dari biasanya. Harapan kami kebijakan ini berlaku di bulan November ini saja, atau boleh saja syaratnya PCR tapi harganya mungkin diturunkan,” lugasnya.

Baca juga :  Desa Temesi Gotong Royong Cegah Covid-19, Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Fogging

CEO Taman Safari Group Indonesia, Daniel Hartono, menambahkan, dalam kondisi pandemi ini, pihaknya tetap menjaga satwa serta alam dalam Bali Safari.

“Dalam kesulitan apapun fasilitas kami tetap terawat, tanaman, alamnya, maupun satwanya sehat di sini. Termasuk adanya hotel. Kenapa kami lakukan? Karena kami tahu badai pasti berlalu,” tegasnya.

Namun, sebentuk sebangun dengan Jennifer, dia berharap kebijakan mewajibkan PCR bagi calon penumpang intra Jawa-Bali bisa ditinjau pemerintah. “Biaya PCR mungkin bisa untuk sewa hotel,” pintanya menandaskan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.