GIANYAR – Kabupaten Gianyar tidak termasuk dalam wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat oleh pemerintah pusat. Walaupun demikian, masyarakat diharap tetap dan terus meningkatkan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Ajakan itu disampaikan Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Kamis (7/1/2021).
Lebih lanjut dikatakan, sepanjang pandemi ini masyarakat Gianyar relatif disiplin dalam menerapkan prokes meski belum maksimal. “Relatif disiplin kalau kita simak laporan Satpol PP dari sidak-sidak yang dilakukan Tim Yustisi dalam penertiban pelaksanaan prokes. Namun, tetap belum maksimal, sehingga perlu lebih ditingkatkan,” ucapnya.
Menurutnya, poin-poin penerapan pengetatan pembatasan itu meliputi membatasi kapasitas tempat kerja dengan work from home 75 persen dengan tetap menjalankan prokes secara ketat. Kegiatan belajar mengajar secara daring, sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan prokes secara ketat.
Selain itu, kegiatan pusat perbelanjaan dibatasi hingga pukul 19.00. Usaha makan-minum di tempat maksimal terisi 25 persen, tapi pemesanan makanan untuk dibawa pulang tetap diizinkan. Kegiatan konstruksi diizinkan tetap beroperasi 100 persen dengan penerapan prokes lebih ketat.
Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara, kapasitas dan jam operasional moda transportasi diatur. Khusus untuk urusan ibadah, pemerintah menyerukan tempat ibadah melakukan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan prokes lebih ketat.
“Terhadap poin-poin ini sebenarnya ada beberapa poin yang sudah kami lakukan di Gianyar. Yang terpenting adalah masyarakat harus tetap disiplin menerapkan prokes secara ketat,” pesannya.
Dijelaskannya, sampai saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif di Gianyar mengalami penambahan sebanyak 11 kasus. Yang masih dalam proses perawatan sebanyak 163 pasien, pasien sembuh bertambah 9 orang menjadi 2.205 orang. “Sementara tidak ada penambahan pasien meninggal, angka kematian masih tetap 85 pasien dari total pasien positif Covid-19 berjumlah 2.453,” tandasnya. adi
























