Tak Hanya Melestarikan Budaya, Permainan Tradisional Juga Bisa Melatih Fokus Anak

SISWA SMPN 17 Denpasar mencoba permainan tradisional metajog atau egrang saat sosialisasi permainan tradisional, Kamis (12/3/2026). Foto: ist
SISWA SMPN 17 Denpasar mencoba permainan tradisional metajog atau egrang saat sosialisasi permainan tradisional, Kamis (12/3/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Permainan tradisional mungkin kini mulai ditinggalkan seiring perkembangan teknologi. Mungkin sebagian tak lagi mengenalnya lantaran permainan yang tersedia di ponsel pintar tampak lebih menarik.

‘’Padahal, permainan tradisional tak kalah asyik dan seru. Bahkan, bermanfaat untuk melatih fokus, kepekaan, kecerdasan, dan membentuk karakter anak,’’ kata I Wayan Sudarma, salah satu pengurus Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Bali, Kamis (12/3/2026).

Read More

Sudarma mengatakan itu di sela-sela menyosialisasikan permainan tradisional pada siswa kelas 7 SMPN 17 Denpasar. ‘’Hari ini kami datang ke SMPN 17 Denpasar untuk menyosialisasikan kepada anak-anak bahwa permainan tradisional ternyata asyik dan lebih sehat bagi tubuh dari pada bermain gawai dan gim online,’’ ujar Sudarma.

Menurut dia, permainan tradisional dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap seorang anak. Selain itu, permainan tradisional juga dapat mengembangkan sejumlah aspek, antara lain pengembangan moral, nilai agama, sosial, bahasa, dan fungsi motorik anak.

Sudarma mengutarakan, sisi lain tujuan sosialisasi ini ingin menyebarkan dan menyosialisasikan kepada siswa bahwa kita bisa hidup dan tertawa bahagia tanpa gawai atau gim online. Ia berharap, para siswa ikut melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional yang merupakan aset budaya bangsa agar tidak punah ditelan zaman, serta dapat disejajarkan dengan olahraga lainnya.

‘’Hal ini sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Bali dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi yaitu berkualitas, berintegritas, bermutu, profesional dan bermoral serta memiliki jati diri yang kokoh yang dikembangkan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal krama Bali,’’ ujarnya.

Selain menyosialisasikan asyiknya permainan tradisional, Sudarma juga mengedukasi siswa untuk tidak merundung sesama teman, dan mencintai lingkungan. ‘’Kami yang peduli pendidikan dan sosial merasa bangga atas respon positif dari siswa dan juga pihak sekolah, dan merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut mengedukasi warga sekolah,’’ ujarnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.