POSMERDEKA.COM, BANGLI – Pemkab Bangli bergerak serius menata kabel jaringan telekomunikasi yang dinilai merusak estetika kota, dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh kepala daerah, terkait penanganan kabel semrawut di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, mengatakan, arahan tersebut ditindaklanjuti Bupati Bangli bersama Forkopimda sejak Februari 2026. Sejak akhir Februari hingga awal Maret, instansinya melakukan penataan awal terhadap jaringan kabel telekomunikasi di sejumlah ruas jalan utama Kota Bangli, bersama asosiasi provider seperti Apjatel dan APJI.
“Provider yang tergabung di Apjatel maupun APJI ikut melakukan penataan kabel di wilayah Kabupaten Bangli,” ujar Murditha, Kamis (21/5/2026).
Penataan sempat ditunda karena rangkaian perayaan HUT Kota Bangli. Namun, pada akhir Mei hingga awal Juni 2026, penataan kembali dilanjutkan di kawasan Jalan Merdeka dan Jalan Nusantara.
Sementara itu, untuk jalur strategis di Jalan Ngurah Rai, mulai dari Patung Adipura hingga kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP), pemerintah merencanakan sistem utilitas bawah tanah untuk kabel telekomunikasi. Koordinasi dengan Apjatel dipimpin Sekda Bangli. Dua pekan lalu, pihak Apjatel juga survei bersama Dinas PUPR Bangli guna menentukan titik pengeboran atau sistem boring, yang akan digunakan dalam proses penanaman kabel bawah tanah.
Penataan kabel ini ditargetkan rampung hingga akhir tahun 2026, termasuk di jalur Jalan Ngurah Rai, Jalan Kusuma Yuda, hingga kawasan Catus Pata Bangli. Selain provider telekomunikasi, Pemkab Bangli juga menggandeng PLN dalam proses penataan utilitas tersebut.
Meski demikian, Murditha mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam pemberian sanksi kepada provider apabila target penataan tidak terpenuhi. Karena regulasinya dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya bisa memberikan teguran.
“Namun, selama ini komunikasi berjalan baik, termasuk saat perapian, pemotongan kabel, maupun pemindahan tiang,” sambungnya.
Menurut Murditha, penataan kabel sangat penting untuk menjaga keindahan wajah Kota Bangli, sekaligus mengantisipasi gangguan bagi masyarakat dan pengguna jalan. Langkah ini dinilai krusial, terutama agar tidak mengganggu kelancaran saat masyarakat melaksanakan upacara pitra yadnya. gia






















