Suyasa Komit Tarung di Pilkada Badung 2024, Pastikan Absen di Pileg

  • Whatsapp
I Wayan Suyasa. Foto: ist
I Wayan Suyasa. Foto: ist

DENPASAR – Ketika politisi lain di Badung malu-malu kucing menunjukkan hasrat menjadi kepala daerah di Badung, I Wayan Suyasa justru sejak awal mendeklarasikan target politiknya. Ketua DPD Partai Golkar Badung itu menjamin akan menjadi kandidat di Pilkada Badung 2024, terlepas apakah dia menjadi calon Bupati atau Wakil Bupati. “Saya sudah ada komitmen di eksekutif, menang kalah itu urusan belakangan,” tegas politisi asal Penarungan, Mengwi tersebut, Selasa (30/3/2021).

Dalam satu potongan video di media sosial, Suyasa melontarkan pernyataan vulgar dan menantang. Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Badung, dia menggaransi perolehan kursi partainya di DPRD Badung akan meningkat dari tujuh menjadi 10 pada tahun 2024 mendatang. Jika target itu tidak tercapai, apalagi turun dari tujuh kursi, hanya satu jawabannya: dia mundur sebagai Ketua. “Saya mundur, saya mundur, ya, saya mundur,” ucapnya mengulang tiga kali dengan sorot mata tajam.

Bacaan Lainnya

Pernyataan berani itu sering dilontarkan, kata dia, agar jangan ada pihak yang mengira dia ingin sekali menjabat tapi tidak berbuat. Karena itu merupakan komitmen, dia berujar harus bekerja sama dengan seluruh elemen dalam berpolitik. Secara pribadi, sambungnya, sebagai simbol Partai Golkar Badung, dia mendeklarasikan diri tidak akan maju di DPRD Badung dan DPRD Bali pada Pemilu 2024 mendatang. “Saya akan maju ke eksekutif di Pilkada Badung 2024,” serunya.   

Baca juga :  Dewan Bangli Minta Temuan BPK Ditindaklanjuti , Silpa APBD Capai Rp56,917 Miliar

Dimintai tanggapan atas target tersebut, Suyasa berkata tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Menurutnya, dalam politik tidak ada bahasa khawatir, segala risiko itu selalu ada, dan dia sangat siap menghadapi itu selaku ketua partai yang juga simbol partai.

“Itu sudah saya pikirkan matang-matang, selain juga sebagai motivasi buat saya sebagai Ketua (Partai Golkar). Saya tidak berpikir yang aneh-aneh, itu tanggung jawab saya ke partai, dan saya optimis akan terjadi,” ulasnya.

Digoda bahwa deklarasi sejak awal justru memancing peluang internal partai untuk mengganjal, Suyasa hanya tertawa. Kata dia, jika benar internal satu komando untuk membesarkan partai, niscaya tidak terjadi menjegal. Dia menegaskan tidak khawatir sama sekali ada jegal-menjegal di internal, begitu pula di eksternal.

“Di keluarga saja bisa terjadi menjegal, apalagi di partai. Tapi kalau itu terjadi, picik namanya. Pokoknya saya maju,” cetusnya terkekeh.

Meski semangat memaparkan tekadnya, Suyasa enggan merinci tahapan strategi yang akan ditempuh mewujudkan itu. Dia hanya menegaskan prinsipnya bahwa “sekali layar berkembang, pantang surut ke belakang”. Hal itu dimulai dari membuka ke publik apa komitmennya sebagai politisi.

“Saya tidak mungkin menelan ludah sendiri, sudah ada bukti tertulis dan rekaman video. Di eksekutif itu sudah ada komitmen, menang atau kalah itu urusan belakangan,” urainya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.