KLUNGKUNG – Masalah kemiskinan ada dua, yakni kemiskinan permanen dan tidak permanen. Kemiskinan permanen harus ditangani semua, yang tidak permanen dipilah dan dididik sesuai dengan program yang sudah tersusun.
“Target tiga persen harus kita capai untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Klungkung,” ucap Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dalam sambutan didampingi Wakil Bupati I Made Kasta Ketua TKPKD dalam rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Klungkung, Rabu (30/12/2020).
Dalam rapat itu hadir Kepala Baperlitbang Klungkung, Wayan Wasta; Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Klungkung, AA Ayu Raka Swarningsih, dan sejumlah kepala OPD terkait.
Kata Suwirta, data kemiskinan harus valid, dan satu pintu untuk penanganan kemiskinan dengan pintu masuk dari Dinas Sosial. Berdasarkan catatan perkembangan jumlah penduduk miskin dan tingkat kemiskinan sesuai data BPS, tahun 2019 di Klungkung ada 9,66 ribu jiwa. Pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 8,76 ribu jiwa.
Persentase penduduk miskin tahun 2019 adalah 5,4 persen, tahun 2020 menjadi 4,87 persen, dan ini di atas persentase penduduk miskin di Bali sebesar 3,78 persen pada tahun 2020.
Indeks ke dalam kemiskinan di Klungkung, jelasnya, pada tahun 2019 adalah 0,62 persen, dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 0,67 persen. Sementara indeks keparahan kemiskinan pada tahun 2019 adalah 0,13 persen, dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 0,17 persen, di atas Provinsi Bali pada tahun 2020 adalah 0,10 persen.
Kepada TKPKD, Suwirta berharap berperan aktif melaksanakan program kegiatan sesuai bidang tugas masing – masing. Pun mengkoordinasikan tersusunnya strategi penanggulangan kemiskinan daerah. “Keluar dari zona nyaman untuk tangani kemiskinan. Tahun 2021 kita fokus tuntaskan kemiskinan,” ajaknya.
Made Kasta menambahkan, berbagai upaya dilakukan Pemkab Klungkung dalam mengurangi angka kemiskinan. Seperti program Bedah Desa, Bantuan Bedah/Rehab Rumah, Pelatihan Kerja bagi KK Miskin dan Difabel, hidroponik masuk KK miskin serta berbagai program lainnya. “Melalui rapat tim koordinasi ini, semua tim harus berperan aktif melaksanakan program kegiatan sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing,” pungkasnya. baw
























