Sulap Sampah Botol Plastik Menjadi Gantungan Kunci, Mendikdasmen Apresiasi Kreativitas Siswa SMPN 12 Denpasar

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, mengapresiasi kreativitas siswa SMPN 12 Denpasar yang memanfaatkan limbah sampah botol plastik menjadi gantungan kunci dan barang bernilai ekonomi lainnya saat gelaran Denpasar Education Festival 2025. Foto: ist
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, mengapresiasi kreativitas siswa SMPN 12 Denpasar yang memanfaatkan limbah sampah botol plastik menjadi gantungan kunci dan barang bernilai ekonomi lainnya saat gelaran Denpasar Education Festival 2025. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Isu pencemaran lingkungan karena sampah plastik saat ini menjadi permasalahan yang tengah diupayakan penyelesaiannya oleh banyak pihak.  

Menghadapi kondisi tersebut, SMPN 12 Denpasar sebagai Smart Eco School atau sekolah cerdas yang berorientasi pada lingkungan pun menghadirkan sebuah inovasi berupa gagasan tentang pengolahan sampah botol plastik menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Bacaan Lainnya

Mesin pencacah botol plastik dan mesin press yang berkolaborasi dengan APN (Amukti Palapa Nusantara) sebuah perusahan yang bergerak di bidang pengolahan sampah plastik daur ulang menjadi produk mebel dengan brand Green Cycle Innovations, dihadirkan pada gelaran Denpasar Education Festival 2025 selama tiga hari mulai Rabu (7/5/2025) s.d Jumat (9/5/2025) di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.

Alhasil, inovasi sekolah ini berhasil menyedot perhatian pengunjung. Tak terkecuali, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, memberi apresiasi luar biasa dan kagum dengan inovasi pengolahan sampah plastik yang ditampilkan SMPN 12 Denpasar, saat membuka Denpasar Education Festival 2025 yang dirangkai dengan peluncuran aplikasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Pun Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat mendampingi Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga memberi apresiasi positif.

Di hadapan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, siswa SMPN 12 Denpasar yang tergabung dalam Duwa Dupa (Duta Siswa Peduli Sampah); didampingi Kepala SMPN 12 Denpasar, Titik Farniati, S.Pd., dengan cekatan mendemonstrasikan cara kerja mesin pencacah botol plastik itu. Botol-botol plastik bekas yang sebelumnya dianggap limbah, dalam sekejap berubah menjadi serpihan-serpihan kecil yang siap diolah lebih lanjut.

Tak hanya itu, para siswa juga menunjukkan bagaimana serpihan plastik tersebut diproses menggunakan mesin press untuk menghasilkan beragam produk yang menarik dan fungsional, dan berdaya jual, seperti gantungan kunci dengan berbagai bentuk. Pun produk mebel dari daur ulang sampah plastik adalah bentuk inovasi ramah lingkungan yang tidak hanya memberi solusi terhadap masalah sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi upaya siswa SMPN 12 Denpasar dalam mengembangkan program berbasis kepedulian lingkungan yang juga memiliki nilai wirausaha. Diharapkan inovasi semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang positif.

Kepala SMPN 12 Denpasar, Titik Farniati, mengungkapkan bahwa, inovasi ini turut didasari ada dampak berbahaya yang mengintai dari sampah tersebut. “Keberadaan air minum kemasan juga memiliki potensi bahaya di samping keuntungan finansialnya,” kata Tatik Farniati.

Mencoba memberikan solusi masalah tersebut, gagasan tim SMPN 12 Denpasar yaitu berupa pengolahan sampah botol plastik menjadi barang multiguna dilakukan melalui serangkaian tahap daur ulang. ‘’Jadi sampah dapat dipakai kembali dengan bentuk baru yang lebih berguna melalui pengolahan,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi aktif dan inovasi yang ditunjukkan oleh siswa SMPN 12 Denpasar.

Ia mengatakan bahwa program SMPN 12 Denpasar ini merupakan wujud nyata dari komitmen Disdikpora dalam mendukung program Pemerintah Kota Denpasar terkait pengelolaan sampah dan menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada siswa. ‘’Kerja sama dengan APN menjadi langkah strategis dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan kepada siswa,’’ ujarnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses