Kota Denpasar Perkuat Pendidikan Anti-Narkoba Lewat IKAN

PENANDATANGANAN perjanjian kerja sama serta komitmen bersama Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) saat peluncuran IKAN di SMPN 17 Denpasar, Jumat (17/4/2026). Foto: ist
PENANDATANGANAN perjanjian kerja sama serta komitmen bersama Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) saat peluncuran IKAN di SMPN 17 Denpasar, Jumat (17/4/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menegaskan komitmennya menjaga generasi muda dari bahaya narkoba. Bersama BNN Kota Denpasar, dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), Pemkot Denpasar menandatangani perjanjian kerja sama, serta penandatanganan komitmen bersama Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di SMPN 17 Denpasar, Jumat (17/4/2026).

Wali Kota Denpasar diwakili Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor membentengi anak muda dari ancaman narkoba. “Generasi muda adalah harapan bangsa dan kelompok yang paling rentan terhadap narkoba. Pendidikan harus menjadi benteng pertama. Pemkot Denpasar berkomitmen penuh mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

‘’Sekolah memiliki peran besar membentuk karakter anak. Saya mengajak guru kreatif menanamkan nilai anti narkoba lewat pelajaran, kegiatan, maupun contoh nyata. Ajak siswa berani berkata tegas ‘Tidak untuk Narkoba!’” tambah Wiratama.

Ia juga mengajak guru, orang tua, dan masyarakat bergerak bersama menjaga masa depan anak-anak Kota Denpasar.

Sementara, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, Leo Dedy Defretes, mengatakan, BNN Republik Indonesia terus berinovasi dalam upaya memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mengembangkan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).

Ia mengatakan saat ini Indonesia berada di persimpangan jalan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, narkoba menjadi ancaman eksistensial yang jika tidak ditangani serius dapat mengubah bonus demografi menjadi bencana demografi.

‘’Melalui pemahaman sejak dini, para murid sebagai calon pemimpin bangsa tidak terjerumus ke dunia narkoba yang mengancam kecerdasan dan kesehatan mereka,’’ sambung Leo Dedy Defretes.

“Perjalanan bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045 ada di pundak kalian, buat SMPN 17 Denpasar bangga dan teruslah menjadi sekolah percontohan yang mencetak lulusan unggul, berkarakter kuat, peduli lingkungan dan tentunya bersih dari narkoba. Mari kita rapatkan barisan, gelorakan semangat War on Drugs for Humanity dan wujudkan Indonesia yang bersinar, bersih dari narkoba,” ujar Leo Dedy Defretes.

Ia mengapresiasi dukungan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba. Sinergi antara BNN Kota Denpasar, sekolah, orang tua, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

‘’Dengan memahami bahaya narkoba sejak dini, siswa kami harapkan dapat membentengi diri dari pengaruh negatif narkoba. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari narkoba,’’ tandasnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses